Bukan Target Juara, Ini Permintaan Mengejutkan Red Bull untuk Isack Hadjar
Isack Hadjar dan Prinsipal Red Bull, Laurent Mekies
Berita F1: Isack Hadjar dipastikan akan menjadi rekan Max Verstappen di tim utama Red Bull pada musim Formula 1 2026. Promosi ini datang setelah pebalap asal Prancis tersebut menunjukkan performa menjanjikan bersama Racing Bulls sepanjang musim 2025, yang menjadi tahun debutnya di kelas utama.
Hadjar mencuri perhatian sejak awal musim. Ia meraih poin pertamanya pada seri ketiga di Jepang dengan finis kedelapan, lalu mencatat hasil terbaik posisi keenam di Monako pada paruh pertama musim. Konsistensinya semakin terlihat setelah jeda musim panas, ketika ia berhasil naik podium untuk pertama kalinya di Zandvoort. Hadjar menutup musim di peringkat ke 12 klasemen akhir, dua posisi lebih baik dibanding rekan setimnya, Liam Lawson.
Hasil tersebut membuat Red Bull memutuskan mempromosikan Hadjar ke tim utama, menggantikan Yuki Tsunoda yang mengalami musim sulit dan hanya finis di posisi ke 17 klasemen pebalap. Keputusan ini cukup berani, mengingat dalam beberapa tahun terakhir promosi dari tim junior Red Bull kerap menjadi tantangan berat bagi pebalap muda.
Namun, Laurent Mekies menilai Hadjar memiliki fondasi yang kuat. Dalam wawancara dengan situs resmi Formula 1, Mekies memuji musim pertama Hadjar sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Isack menjalani musim perdana yang luar biasa,” kata Mekies. “Jika melihat titik awalnya di awal tahun, itu sudah sangat mengesankan.”
Menurut Mekies, Red Bull tidak hanya menilai bakat mentah seorang pebalap, tetapi juga kemampuan berkembang dari waktu ke waktu. Ia menekankan bahwa banyak juara dunia lahir melalui proses belajar yang panjang, bukan hasil instan.
“Kami percaya pada bakat alami, tetapi juga pada kemampuan pebalap untuk berkembang,” ujarnya. “Kami sering melihat pebalap melakukan hal hal di dalam mobil yang beberapa balapan sebelumnya belum mampu mereka lakukan.”
Ia menambahkan bahwa perkembangan serupa terlihat jelas pada Hadjar sepanjang musim 2025. “Kami melihat Isack melakukan hal di mobil yang tidak ia lakukan tiga balapan sebelumnya,” katanya.
Mekies menegaskan bahwa promosi ke Red Bull bukanlah tujuan akhir bagi Isack Hadjar, melainkan awal baru dalam perjalanan kariernya.
“Kami ingin dia melanjutkan jalur ini,” ucapnya. “Ini bukan titik akhir, tetapi awal lain untuk terus berkembang, terus mengesankan, dan terus memberi kejutan.”
Ekspektasi tersebut, menurut Mekies, tidak hanya berlaku di musim kedua, tetapi juga pada musim musim berikutnya. Bagi Red Bull, Hadjar adalah proyek jangka panjang yang diharapkan tumbuh seiring waktu, bukan sekadar pencetak hasil cepat.
Artikel Tag: Isack Hadjar, Laurent Mekies, Red Bull, F1 2026