☰
Kanal
✕

Fabian Hurzeler Jadikan Kritik Fans Brighton Motivasi Lawan Crystal Palace

Penulis: Fery Andriyansyah
18 Okt 2026, 01:00 WIB

Fabian Hurzeler sebut kritik tajam suporter di laga derbi musim lalu menjadi lecutan semangat untuk kalahkan Crystal Palace. (Foto: Gareth Fuller/PA Images via Getty Images)

Berita Liga Inggris: Manajer Brighton and Hove Albion, Fabian Hurzeler, merefleksikan kembali atmosfer panas serta kritik tajam yang diterimanya dari para suporter pada laga derbi kandang terakhir melawan Crystal Palace di Amex Stadium. Momen kekalahan 0-1 pada Februari lalu—di mana sebagian pendukung menyuarakan agar dirinya dipecat—diakui Hurzeler masih terekam jelas dalam ingatannya menjelang laga ulang pada Ahad (18/10/2026) pukul 20.00 WIB.

Situasi Brighton saat ini sejatinya sudah berubah drastis dibanding musim lalu. The Seagulls kini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara Premier League dan menatap laga derbi M23 ini berbekal kemenangan telak 4-0 atas Kauno Zalgiris di ajang Conference League, yang membakar kepercayaan diri para pemain serta publik Amex Stadium.

Kendati demikian, Fabian Hurzeler mengaku tidak pernah melupakan tekanan serta kekecewaan yang disuarakan publik Amex Stadium pada musim lalu. Ia menyadari sepenuhnya bahwa sepak bola merupakan olahraga yang sangat emosional dan dinamika reaksi dari para pendukung merupakan bagian tak terpisahkan dari profesinya sebagai manajer tim.

"Apakah saya memperkirakannya? Tidak, saya tidak memperkirakan hal itu karena saya pikir kami memiliki pengalaman hebat sebelumnya. Kami mencapai hal-hal besar musim sebelumnya dan oleh karena itu saya tahu bahwa sepak bola adalah permainan emosi dan saya tidak akan pernah menghilangkan emosi itu dari para fans," kata Hurzeler.

Mengenai respons pribadinya usai melewati laga derbi yang sulit tersebut, Fabian Hurzeler mengungkapkan rutinitas harian yang langsung berfokus melakukan evaluasi taktis. Mantan juru taktik St Pauli tersebut menegaskan pentingnya menjaga konsistensi sikap dan pesan di hadapan para pemain, baik dalam situasi terpuruk maupun di saat tim meraih kesuksesan.

"Saya pulang ke rumah, saya menonton kembali pertandingan itu, merasa kecewa, frustrasi. Hari berikutnya saya bangkit dan berdiri di depan kelompok dan terus mendorong serta menyampaikan pesan yang sama. Itulah yang selalu saya lakukan, itulah yang saya lakukan di masa-masa baik, itulah yang saya lakukan di masa-masa sulit," ujar Hurzeler menambahkan.

Daripada membiarkan kritik merusak hubungannya dengan para pendukung, manajer asal Jerman tersebut justru memilih untuk menjadikannya sebagai momentum mempererat koneksi dengan publik Amex Stadium. Ia bertekad untuk terus mencari solusi terbaik di lapangan demi memberikan kebahagiaan serta kebanggaan bagi para pendukung Brighton.

"Bukan hanya membangun hubungan ketika semuanya berjalan menyenangkan. Anda juga harus membangun hubungan ketika situasi sedang tangguh. Saya selalu menerima masukan, kritik, terutama ketika itu datang dari pendukung kami dan kemudian saya akan mencoba menemukan solusi untuk mereka dan membuat mereka bahagia kembali. Ini adalah derbi, ada lebih banyak emosi, ada rivalitas, ini adalah kami melawan Crystal Palace," tutur Hurzeler.

Artikel Tag: Crystal Palace, Premier League, Brighton and Hove Albion, fabian hurzeler

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru