Kanal

Fabio Capello Sebut Liam Rosenior 'Gila', Disindir soal Taktik Aneh

Penulis: Fery Andriyansyah
19 Mar 2026, 19:30 WIB

Fabio Capello kritik Liam Rosenior, pemain Chelsea disebut bisa menertawakan. (Foto: Pamela Rovaris/Archivio Pamela Rovaris/Mondadori Portfolio via Getty Images)

Berita Liga Champions: Fabio Capello melontarkan kritik tajam kepada Liam Rosenior setelah Chelsea tersingkir dari Liga Champions. Kekalahan 0-3 dari Paris Saint-Germain pada Rabu (18/3/2026) dini hari WIB memastikan The Blues angkat koper dengan agregat telak 2-8.

Liam Rosenior menjadi sorotan setelah aksinya di pinggir lapangan pada menit akhir pertandingan. Ia terlihat menulis catatan taktik dan memberikannya kepada Alejandro Garnacho untuk disampaikan kepada rekan setimnya, meski pertandingan praktis sudah tidak bisa diselamatkan.

Fabio Capello menilai tindakan tersebut tidak masuk akal dan justru berpotensi merusak wibawa pelatih di mata pemain. Dalam laporan Football Italia, ia bahkan menyebut pendekatan tersebut bisa menjadi bahan ejekan di ruang ganti.

“Dia seperti kehilangan akal,” ujar Capello. “Dia melakukan sesuatu yang bisa membuat para pemain menertawakannya.”

Capello juga menyoroti ekspresi Garnacho saat menerima instruksi tersebut. “Anda lihat wajah Garnacho saat masuk ke lapangan membawa catatan itu, seperti berkata: ‘Apa yang sebenarnya Anda katakan kepada saya?’,” lanjutnya.

Ia mempertanyakan efektivitas metode tersebut dalam membangun komunikasi dengan pemain. “Ketika Anda melakukan hal cerdas, Anda melibatkan pemain. Tapi jika seperti itu, bagaimana Anda bisa melibatkan mereka?” tegas Capello.

Kritik serupa juga datang dari legenda AC Milan, Alessandro Costacurta. Ia merasa pendekatan tersebut tidak akan diterima dengan baik oleh pemain di lapangan.

“Jika itu terjadi pada saya sebagai pemain, saya tidak akan melihatnya sebagai cara untuk mendekatkan diri dengan tim. Mungkin ini tren baru, tapi dari ekspresi Garnacho, terlihat dia kebingungan,” ujar Costacurta.

Sementara itu, Paolo Di Canio menilai insiden tersebut mencerminkan gaya pelatih modern. Ia menyebut banyak pelatih saat ini ingin menunjukkan bahwa mereka tetap berpikir taktis hingga detik terakhir pertandingan.

“Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka terus menganalisis sampai akhir, bahkan saat tertinggal 3-0. Ini seperti tren baru,” kata Di Canio.

Meski memahami niat tersebut, ia tetap mempertanyakan relevansinya. “Saya mengerti, tapi tetap saja saya bertanya: ‘Apa yang sebenarnya Anda lakukan?’,” tambahnya.

Kritik dari sejumlah tokoh besar ini semakin menambah tekanan kepada Liam Rosenior, yang kini harus segera membawa Chelsea bangkit setelah periode sulit dengan tiga kekalahan beruntun.

Artikel Tag: liga champions, Chelsea, Fabio Capello, Liam Rosenior

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru