Fans Real Madrid Lakukan Nyanyian Islamofobia
Fans Real Madrid Lakukan Nyanyian Islamofobia - sumber: (footballespana)
Berita Liga Spanyol kembali diwarnai oleh insiden memalukan yang melibatkan rasisme. Menjelang laga antara Real Madrid melawan Bayern Munich di leg pertama perempat final Liga Champions, sejumlah pendukung Los Blancos tertangkap kamera melantunkan nyanyian berbau Islamofobia. Insiden ini mengingatkan pada perilaku serupa yang baru saja terjadi di Stadion RCDE minggu lalu.
Saat laga internasional antara Spanyol dan Mesir berlangsung, terdengar nyanyian ‘Siapa yang tidak melompat adalah Muslim’ sebanyak tiga kali di tribun penonton. Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, langsung mengutuk keras tindakan tersebut. Selain itu, Lamine Yamal juga menyuarakan keprihatinannya di media sosial dengan menyebut nyanyian itu sebagai tindakan ‘tidak dapat diterima dan rasis’.
Nyanyian Islamofobia di luar Bernabeu jelang laga Bayern
Menjelang pertandingan Real Madrid melawan Bayern pada Selasa malam, Antifa Ultras merilis rekaman yang menunjukkan sekelompok besar fans meneriakkan nyanyian serupa—‘Siapa yang tidak melompat adalah Muslim’. Hal ini semakin memprihatinkan mengingat Real Madrid memiliki tiga pemain Muslim dalam skuatnya, dan sponsor utama klub adalah dari Uni Emirat Arab.
Sebenarnya, bukan kali pertama kelompok garis keras pendukung Real Madrid terlibat dalam masalah rasis di area stadion. Meski kehadiran polisi cukup banyak, tindakan nyata tampaknya masih kurang. Tiga tahun lalu, poster anti-semit ditemukan di lokasi yang sama, sementara awal tahun ini, Los Blancos dijatuhi sanksi setelah seorang fan melakukan salut Nazi saat pertandingan melawan Manchester City. Tahun lalu, klub juga didenda akibat perilaku rasis dari pendukungnya saat laga tandang melawan Arsenal.
Vinicius puji Lamine Yamal sebelum pertandingan
Rekaman yang mengecewakan ini muncul hanya sehari setelah bintang Real Madrid, Vinicius Junior, memuji keberanian Lamine Yamal yang berani angkat suara menentang nyanyian rasis tersebut pekan lalu. Pemain asal Brasil ini telah menjadi simbol perlawanan terhadap rasisme di sepak bola Spanyol, meski masalah ini terus saja terjadi di dalam dan sekitar stadion di Spanyol.
Artikel Tag: Real Madrid, Vinicius Junior, Lamine Yamal