FIFA Berikan Akses Dokumen Penting Proyek FFE Usai Tekanan dari UEFA
FIFA resmi membuka akses dokumen internal proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk meredam desakan UEFA. (Foto: Fabio Deinert - FIFA/FIFA via Getty Images)
Berita Sepak Bola: Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan bakal memberikan akses kepada para anggota dewan (FIFA Council) untuk memeriksa dokumen-dokumen kunci terkait proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang telah dibatalkan. Kepastian ini disampaikan oleh seorang sumber yang mengetahui langsung permasalahan FFE tersebut kepada media Reuters.
FIFA sebelumnya memutuskan untuk membatalkan rencana penjualan hak cipta Piala Dunia senilai 20 miliar dolar AS tersebut pada musim panas lalu, hanya beberapa hari setelah diumumkan ke publik. Pembatalan dilakukan menyusul gelombang penolakan keras yang sempat mengancam posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, telah mengirimkan surat resmi kepada para anggota dewan pada Senin (2/11/2026) lalu. Lewat surat tersebut, para anggota diundang untuk mendaftarkan diri jika berminat meninjau dokumen-dokumen terkait di markas besar FIFA di Zurich, Swiss, dengan syarat dan ketentuan khusus.
Langkah ini diambil bertepatan dengan tenggat waktu yang ditetapkan oleh Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) kepada FIFA untuk menjawab serangkaian pertanyaan krusial seputar kepemimpinan Infantino. Federasi-federasi di Eropa terus mendesak terjadinya reformasi total di tubuh otoritas sepak bola dunia tersebut sekaligus menolak pencalonan kembali Infantino.
Bulan lalu, UEFA melayangkan surat resmi yang berisi lebih dari 100 pertanyaan kepada FIFA terkait proyek FFE hingga transparansi penghargaan FIFA Peace Prize, dengan menetapkan tenggat waktu jawaban hingga 2 November. Namun, sumber internal mengonfirmasi bahwa FIFA menilai batas waktu dua minggu yang diberikan UEFA tidak realistis.
Hal tersebut dikarenakan fokus utama FIFA belakangan ini tersedot pada penyelenggaraan Piala Dunia level usia muda di Baku, Azerbaijan, serta persiapan Kongres Luar Biasa pada 23 November mendatang untuk menentukan tuan rumah Piala Dunia Wanita FIFA 2031 dan 2035. Selain itu, proses hukum yang masih berjalan di Amerika Serikat juga membatasi batasan hukum dalam memberikan keterangan secara terbuka.
Peluang Infantino untuk terpilih kembali sejatinya kian menguat setelah mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menjabat periode kelima. Dukungan tersebut membuat posisi Eropa makin terisolasi dalam barisan oposisi. Infantino dijadwalkan kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027, dengan batas akhir pendaftaran calon pada 18 November mendatang.
Artikel Tag: UEFA, FIFA, Gianni Infantino