Filip Hrgovic Incar Laga Unifikasi, Berharap Frank Sanchez Mau Menunggu
Filip Hrgovic ingin memanfaatkan kemenangan atas Itauma untuk mengejar gelar-gelar lainnya. (Foto: Fight TV)
Filip Hrgovic belum puas setelah merebut gelar juara dunia kelas berat IBF dan langsung membidik laga unifikasi melawan pemegang gelar badan tinju lainnya.
Ia menghentikan Moses Itauma pada ronde kesembilan di O2 Arena, London, Sabtu (29/8) malam. Hrgovic, 34 tahun, pun ingin memanfaatkan kemenangan atas Itauma untuk mengejar gelar-gelar lainnya.
Salah satu target utamanya adalah Daniel Dubois, pemegang sabuk WBO yang pernah mengalahkannya dalam pertarungan pada Juni 2024.
Dubois menghentikan Hrgovic pada ronde kedelapan setelah pertarungan dihentikan akibat luka dalam di sekitar kedua mata petinju Kroasia tersebut. Kekalahan itu menjadi yang pertama dalam karier profesional Hrgovic.
Kini, Hrgovic menginginkan kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut melalui laga unifikasi. Dubois sendiri berada di arena ketika Hrgovic mengalahkan Itauma dan mengaku tidak terkejut dengan hasil pertarungan tersebut.
“Pengalaman berbicara dan petinju yang lebih baik menang,” kata Dubois.
Dubois juga memberikan pujian kepada Itauma dan menyebut petinju Inggris tersebut masih memiliki peluang untuk bangkit setelah kekalahan pertamanya.
“Hrgovic adalah petinju tangguh. Anda harus benar-benar mengurasnya. Saya siap menghadapi dia lagi. Ini menarik,” ujar Dubois.
Selain Dubois, Hrgovic juga mengincar juara WBC Agit Kabayel. Petinju asal Jerman tersebut memberikan ucapan selamat langsung kepada Hrgovic setelah kemenangan atas Itauma dan menyatakan kesiapannya menghadapi siapa pun.
“Saya ingin orang ini di sini, Dubois, untuk unifikasi. Jika Kabayel menang dalam pertarungan berikutnya, saya menginginkannya,” kata Hrgovic.
Namun, keinginan Filip Hrgovic untuk langsung menjalani laga unifikasi terbentur kewajiban menghadapi Frank Sanchez.
Petinju Kuba tersebut merupakan penantang wajib IBF setelah menghentikan Richard Torrez pada ronde kedua dalam pertarungan di undercard Oleksandr Usyk vs. Rico Verhoeven pada 23 Mei.
Sanchez sebelumnya dilaporkan menerima bayaran tujuh digit sebagai kompensasi untuk menunda kesempatan perebutan gelar, sehingga pertarungan Hrgovic melawan Itauma dapat berlangsung untuk memperebutkan sabuk IBF yang kosong.
Hrgovic berharap Sanchez kembali bersedia menunggu jika kesepakatan finansial baru dapat dicapai.
“Frank Sanchez akan menunggu, mendapatkan bayaran step-aside lagi, menghasilkan uang tanpa bertarung dan semua orang senang,” ujar Hrgovic.
Frank Warren, promotor Hrgovic, mengakui ada kewajiban untuk menghadapi Sanchez, tetapi membuka kemungkinan negosiasi.
“Ada kewajiban untuk menghadapi Sanchez berikutnya, tetapi jika kami bisa menemukan kesepakatan, kami akan melakukannya,” kata Warren.
Sementara itu, Kabayel belum bertarung sejak menghentikan Damian Knyba dalam tiga ronde pada 10 Januari di Oberhausen, Jerman.
Ia diperkirakan akan kembali bertarung di Jerman untuk mempertahankan gelar WBC melawan petinju Albania, Nelson Hysa.
Filip Hrgovic sendiri masih membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah menjalani kamp pelatihan berturut-turut menjelang pertarungan melawan Itauma.
Ia juga berharap kemenangan tersebut bisa membawanya kembali bertarung di tanah kelahirannya, Kroasia.
“Kami akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya. Anda layak mendapatkannya sebagai juara,” kata Warren.
Filip Hrgovic merebut gelar IBF setelah tampil sebagai underdog melawan Itauma.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya setelah sebelumnya sempat mempertimbangkan pensiun dari tinju akibat kekalahan dari Dubois.
“Melawan segala kemungkinan, datang ke London menghadapi petinju muda paling berbakat di dunia, southpaw berbahaya yang disebut sebagai Mike Tyson baru, pada usia 34 tahun, lalu memenangkan gelar dunia adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Warren.
Artikel Tag: Frank Warren, Filip Hrgovic