Franco Ordine Khawatir Dengan Dominasi Politik Inter Milan di FIGC
Franco Ordine
Berita Liga Italia: Jurnalis senior Italia, Franco Ordine khawatir dengan dominasi politik Inter Milan di Serie A, yang dinilai telah meninggalkan AC Milan dan Juventus.
Krisis kepemimpinan di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pasca kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun memunculkan nama Giovanni Malago sebagai kandidat kuat presiden federasi yang baru.
Malago disebut-sebut sebagai figur pilihan presiden Inter Milan, Beppe Marotta, yang sangat aktif bermanuver di Roma guna memastikan kepentingan sepak bola tidak diambil alih oleh kepentingan politik praktis.
AC Milan dan Juventus sempat mencoba melakukan manuver tandingan dengan mengusulkan nama Adriano Galliani sebagai rival, namun upaya tersebut dinilai amatir dan tidak tepat waktu sehingga akhirnya mereka balik mendukung Malago.
Franco Ordine menilai bahwa kegagalan strategi dari manajemen rossoneri dan Si Nyonya Tua ini menunjukkan adanya jarak operasional serta pengetahuan yang sangat lebar antara Marotta dengan para kompetitornya.
"Inter akan menikmati hasil dari dominasi ini selama 4, 5, atau bahkan 10 tahun ke depan karena mereka memiliki jajaran direktur yang paling berpengetahuan dan fokus," ujar Ordine dalam sebuah siniar.
Menurutnya, Marotta sangat jeli dalam mengambil inisiatif di saat krisis politik sepak bola mulai memanas, sementara klub-klub pesaing hanya cenderung mengikuti arus setelah manuver awal mereka gagal total.
Situasi ini diprediksi akan memperkuat posisi tawar tim yang bermarkas di Appiano Gentile tersebut dalam berbagai urusan strategis liga maupun federasi di masa yang akan datang.
Artikel Tag: Juventus, Inter Milan, Serie A, AC Milan, Franco Ordine