Frank Warren Minta Moses Itauma Belajar dari Tiga Petinju Inggris Terdahulu
Warren berharap Moses Itauma mampu menggunakan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk kembali ke persaingan kelas berat dunia. (Foto: Fight TV)
Promotor Frank Warren meminta Moses Itauma belajar dari pengalaman tiga petinju Inggris yang pernah mengalami kekalahan di awal karier sebelum bangkit menjadi juara dunia.
Ketiga petinju tersebut adalah David Haye, Amir Khan, dan Daniel Dubois.
Moses Itauma baru saja mengalami kekalahan pertama dalam karier profesionalnya setelah Filip Hrgovic menghentikannya pada ronde kesembilan dalam perebutan gelar kelas berat IBF yang lowong di O2 Arena, London.
Petinju Inggris berusia 21 tahun itu sebelumnya belum terkalahkan dalam 14 pertandingan dengan 12 kemenangan KO.
Warren, yang telah hampir 50 tahun berkecimpung dalam dunia promosi tinju, menilai kekalahan tersebut tidak harus mengakhiri perjalanan Itauma menuju level elite.
Menurutnya, satu tahun ke depan akan menjadi periode penting bagi Itauma untuk membangun kembali karier dan mengejar peluang perebutan gelar dunia pada era setelah Oleksandr Usyk.
Salah satu contoh yang disebut Warren adalah David Haye. Haye ketika itu berusia 23 tahun dan memiliki rekor 10-0 dengan seluruh kemenangan melalui KO saat menghadapi Carl Thompson pada September 2004.
Namun, Thompson yang berusia 40 tahun mengejutkan Haye dan menghentikannya pada ronde kelima.
Haye langsung kembali bertanding tiga bulan kemudian dan menang KO atas Valeri Semiskur hanya dalam 96 detik.
Ia kemudian mencatat dua kemenangan stoppage lainnya sebelum menjadi juara kelas penjelajah Eropa pada akhir 2005.
Haye terus berkembang hingga akhirnya menyatukan gelar kelas penjelajah dunia sebelum naik ke kelas berat. Pada November 2009, lima tahun setelah kekalahan dari Thompson, ia mengalahkan Nikolai Valuev di Jerman untuk merebut gelar kelas berat WBA.
Nama kedua adalah Amir Khan. Peraih medali perak Olimpiade tersebut mengawali karier profesional dengan rekor 18-0 sebelum Breidis Prescott menghentikannya hanya dalam 54 detik pada September 2008.
Khan kembali bertarung tepat tiga bulan kemudian dan menghentikan Oisin Fagan pada ronde kedua.
Pada 2009, ia mengalahkan Marco Antonio Barrera sebelum merebut gelar dunia pertamanya dengan mengalahkan Andriy Kotelnik.
Khan kemudian menjadi juara dunia di dua kelas dan tercatat sebagai salah satu petinju Inggris penting pada era modern.
Contoh terakhir adalah Daniel Dubois. Ia kalah dari Joe Joyce pada November 2020 setelah mengalami kerusakan pada rongga mata kiri. Namun, Dubois kembali bertanding pada Juni 2021 dan menghentikan Bogdan Dinu.
Setahun kemudian, Dubois merebut gelar kelas berat WBA setelah mengalahkan Trevor Bryan.
Ia kemudian menjadi juara dunia dua kali dan merebut gelar WBO saat ini. Dubois juga pernah mengalahkan Hrgovic untuk gelar interim IBF pada 2024.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadi gambaran bagi Moses Itauma bahwa kekalahan pertama bukan akhir dari karier.
Warren berharap Itauma mampu menggunakan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk kembali ke persaingan kelas berat dunia.
Artikel Tag: Amir Khan, David Haye, Daniel Dubois