Fukunishi Akari Satu-satunya Atlet Putri di Para Hoki Es Paralimpiade 2026
Fukunishi Akari mengatakan kehadirannya memiliki makna besar bagi dirinya maupun perkembangan atlet perempuan di olahraga para hoki es. (Foto: AP)
Pemain Jepang Fukunishi Akari mencatat sejarah dengan tampil sebagai satu-satunya atlet perempuan dalam cabang Para ice hockey pada Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026.
Keikutsertaan pemain berusia 35 tahun itu menjadi momen penting bagi perkembangan olahraga tersebut karena turnamen Para hoki es diikuti delapan tim yang seluruhnya didominasi pemain pria.
Fukunishi menjadi perempuan keempat yang pernah tampil di cabang ini dalam sejarah Paralimpiade Musim Dingin.
Sebelumnya, tiga atlet perempuan lain yang pernah berkompetisi adalah Britt Mjaasund Øyen dari Norwegia pada Paralimpiade Musim Dingin Lillehammer 1994, Lena Schrøder pada Paralimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018, serta Yu Jing dari China pada Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022.
Fukunishi Akari mengatakan kehadirannya di turnamen tersebut memiliki makna besar bagi dirinya maupun perkembangan atlet perempuan di olahraga Para hoki es.
“Bagi saya, tampil di kompetisi ini sangat berarti. Karena itu saya berusaha fokus pada setiap menit pertandingan dan memberikan performa terbaik,” ujarnya.
Bertanding di Milano Santagiulia Ice Hockey Arena, Fukunishi menjalani perjalanan yang relatif singkat menuju panggung Paralimpiade.
Ia baru mulai menekuni Para ice hockey pada Desember 2024, setelah sebelumnya sempat bermain hoki es sebelum mengalami kecelakaan sepeda motor yang menyebabkan disabilitas pada bagian kaki.
Delapan bulan setelah mulai berlatih, atlet asal Tokyo itu sudah tampil di Kejuaraan Dunia Para Hoki Es Putri yang digelar di Dolný Kubín, Slovakia pada 2025.
Dalam turnamen tersebut, ia memperkuat tim gabungan “Team World” yang berisi pemain dari berbagai negara yang belum memiliki tim nasional putri.
Fukunishi Akari tampil impresif dengan mencetak lima poin dalam tiga pertandingan dan menjadi pencetak angka terbanyak timnya.
Di Milano Cortina 2026, ia menjadi satu-satunya perempuan dalam skuad Jepang yang berjumlah 18 pemain. Ia mengakui perbedaan fisik dengan pemain pria menjadi tantangan terbesar saat bertanding di lapangan.
“Pemain pria jelas lebih cepat. Karena itu saya mencoba mengantisipasi pergerakan mereka dan memprediksi langkah berikutnya agar bisa menutup kekurangan dari sisi kecepatan,” katanya.
Fukunishi Akari berharap penampilannya di Paralimpiade dapat mendorong semakin banyak perempuan Jepang untuk mencoba Para ice hockey.
Ia juga menargetkan bisa kembali tampil pada Paralimpiade Musim Dingin French Alps 2030 apabila nomor khusus putri resmi dipertandingkan.
Federasi World Para Ice Hockey saat ini tengah menyiapkan rencana agar kompetisi khusus perempuan dapat masuk dalam program Paralimpiade Musim Dingin pada edisi mendatang.
Sementara itu di Milano Cortina 2026, tim Jepang menempati posisi terakhir di grup penyisihan dan akan memainkan laga perebutan peringkat ketujuh melawan lawan yang ditentukan pada Sabtu (14/3).