Gagal Total di Thailand, Yamaha Dirumorkan Balik ke Mesin Lawas?
Fabio Quartararo Yamaha
Berita MotoGP: Awal musim MotoGP 2026 yang mengecewakan memunculkan rumor bahwa Yamaha akan menunda proyek mesin V4 dan kembali ke inline-four hingga 2027. Namun manajemen tim memberikan respons tegas atas spekulasi tersebut.
Start buruk Fabio Quartararo dkk di MotoGP Thailand 2026 memicu spekulasi besar di paddock. Pabrikan asal Iwata itu kesulitan bersaing setelah resmi beralih dari mesin inline-four ke konfigurasi V4 musim ini.
Sejak 2026, Monster Energy Yamaha MotoGP meninggalkan filosofi inline-four yang telah mereka gunakan selama bertahun-tahun. Mesin V4 sebenarnya sudah diuji coba dalam beberapa balapan 2025, tetapi performanya masih jauh dari harapan.
Di Buriram, hasilnya cukup memprihatinkan. Fabio Quartararo finis ke-14 dan terpaut 30 detik dari pemenang. Rekan setimnya, Alex Rins, berada tepat di belakangnya.
Situasi ini memunculkan rumor bahwa pabrikan asal Iwata ini mempertimbangkan kembali penggunaan mesin inline-four lama dan menunda pengembangan V4 hingga 2027.
Dorongan untuk kembali ke mesin lama juga disuarakan oleh Quartararo sendiri, bahkan secara terbuka mengkritik performa V4. Dalam tes pramusim, ia sempat menunjukkan gestur frustrasi terhadap motornya.
Namun Paolo Pavesio dengan tegas membantah kemungkinan mundur dari proyek V4.
“Kami tahu jika tidak mencoba sekarang, kami tidak akan siap di 2027,” ujar Pavesio.
Ia menegaskan bahwa mereka menyadari tertinggal jauh dalam pengembangan mesin V4 dibanding pabrikan lain yang sudah menggunakannya selama bertahun-tahun.
“Kami menerima posisi kami saat ini. Itu bukan berarti 2026 hanya tahun pengembangan, tetapi kami tahu kami harus belajar di setiap balapan,” tambahnya.
Keputusan tim menerapkan “media blackout” kepada para pembalap setelah balapan Thailand juga memicu kecurigaan bahwa ada ketegangan internal. Namun secara resmi, tim tetap menunjukkan komitmen penuh terhadap proyek V4.
Dengan regulasi baru MotoGP yang akan berlaku pada 2027, Yamaha tampaknya memilih menanggung rasa sakit jangka pendek demi kesiapan jangka panjang.
Kini pertanyaannya bukan apakah Yamaha akan kembali ke inline-four, melainkan seberapa cepat mereka bisa membuat V4 kompetitif sebelum kesenjangan performa semakin melebar.
Artikel Tag: yamaha, MotoGP Thailand, Fabio Quartararo, MotoGP 2026