Giacomo Agostini: Motor Yamaha MotoGP Bapuk Padahal Punya Teknologi Tinggi
Fabio Quartararo dan Alex Rins dalam acara launching Yamaha MotoGP 2026
Berita MotoGP: Legenda MotoGP Giacomo Agostini mengaku terkejut melihat performa Yamaha yang masih tertinggal di MotoGP dalam beberapa musim terakhir. Padahal menurutnya Yamaha merupakan salah satu produsen motor terbesar di dunia dengan teknologi terbaik.
Giacomo Agostini mengungkapkan keheranannya terhadap performa Yamaha di kelas utama balap motor dunia. Menurutnya, perusahaan sebesar Yamaha seharusnya mampu menghasilkan motor yang jauh lebih kompetitif di MotoGP.
Dalam beberapa musim terakhir, Yamaha memang mengalami penurunan performa yang cukup signifikan. Kemenangan terakhir Yamaha di MotoGP terjadi pada Grand Prix Jerman 2022 lewat Fabio Quartararo. Sejak saat itu, tim pabrikan asal Jepang tersebut kesulitan kembali ke papan atas.
Sejak awal musim 2023, Yamaha hanya mampu meraih tiga podium dari total 63 balapan yang dijalani. Padahal sebelumnya Quartararo berhasil membawa Yamaha meraih gelar juara dunia pada musim 2021.
Untuk memperbaiki situasi, Yamaha bahkan memutuskan meninggalkan mesin inline four yang telah lama digunakan dan mulai mengembangkan mesin V4.
Namun proyek tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa benar benar kompetitif. Beberapa laporan menyebut Yamaha masih tertinggal sekitar 15 tahun dibandingkan pabrikan Eropa dalam pengembangan teknologi mesin V4.
Agostini pun merasa situasi ini cukup mengejutkan mengingat Yamaha merupakan perusahaan raksasa dengan sumber daya besar.
"Saya terkejut melihat perusahaan sebesar itu, dengan teknologi yang sangat kuat, tidak bisa membuat motor yang kompetitif," kata Agostini.
Ia juga menilai Fabio Quartararo sebenarnya memiliki kemampuan untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia jika didukung motor yang lebih baik.
Menurut Agostini, Yamaha memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk kembali bangkit.
"Saya tidak tahu pasti, tapi saya kira Yamaha memproduksi sekitar 20 ribu motor setiap hari. Jadi mereka punya teknologi dan kekuatan ekonomi yang besar," ujarnya.
Agostini berharap Yamaha dapat segera kembali kompetitif karena persaingan antar pabrikan akan membuat MotoGP menjadi lebih menarik.
Ia juga menyoroti bahwa tidak hanya Yamaha yang mengalami kesulitan, tetapi Honda juga menghadapi situasi serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Giacomo Agostini menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam pengembangan motor balap.
Menurutnya, MotoGP akan menjadi jauh lebih menarik jika semua pabrikan besar mampu bersaing secara seimbang di lintasan.
Artikel Tag: yamaha, Giacomo Agostini, MotoGP 2026