Gideon Mensah Antusias Hadapi Bukayo Saka atau Noni Madueke
Gideon Mensah siap buktikan diri saat Ghana tantang Inggris. (Foto: Jacques Feeney/Offside/Offside via Getty Images)
Berita Piala Dunia: Bek kiri Ghana, Gideon Mensah, mengaku antusias menyambut pertandingan melawan Inggris pada Rabu (24/6/2026) dini hari WIB di Grup L Piala Dunia 2026. Pemain Auxerre itu berpeluang berhadapan langsung dengan Bukayo Saka atau Noni Madueke dan melihat laga tersebut sebagai kesempatan besar untuk menunjukkan kualitasnya di panggung dunia.
Inggris datang dengan banyak ancaman di sektor sayap. Bukayo Saka telah kembali berlatih bersama skuad asuhan Thomas Tuchel setelah pulih dari masalah Achilles, sementara Noni Madueke tampil impresif saat membantu Inggris mengalahkan Kroasia pada laga pembuka.
Membahas kemungkinan duel tersebut, Gideon Mensah mengaku tidak gentar. Sebaliknya, ia melihat kesempatan menghadapi pemain-pemain elite sebagai impian yang akhirnya menjadi kenyataan dalam kariernya.
"Saya bermimpi bermain melawan sebagian besar pemain terbaik di dunia. Menghadapi pemain seperti mereka adalah sebuah mimpi bagi saya. Saya melihat diri saya sebagai pemain untuk pertandingan besar dan menghadapi pemain-pemain besar, jadi ini waktunya bagi saya untuk bersinar," ujar Mensah.
Masih dalam topik yang sama, pemain berusia 27 tahun itu merasa banyak pihak terlalu menjagokan Inggris. Namun ia berharap hasil pertandingan nanti dapat mengubah narasi yang berkembang sebelum laga berlangsung.
"Orang-orang menjagokan mereka sebagai favorit dan sebagainya. Namun saya ingin memastikan setelah pertandingan nanti, cerita dan pemberitaan akan berubah," kata Mensah.
Kepercayaan diri Mensah tidak muncul tanpa alasan. Ia tampil solid saat membantu Ghana meraih kemenangan 1-0 atas Panama, termasuk meredam sejumlah serangan dari sektor sayap lawan dan menjaga gawang Black Stars tetap tanpa kebobolan.
Hasil positif tersebut membuat suasana di dalam skuad Ghana semakin percaya diri. Mensah menegaskan timnya datang ke Boston tanpa rasa takut meski harus menghadapi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
"Kami merasa sangat baik dan sangat percaya diri karena sudah mendapatkan tiga poin pada pertandingan pertama. Kami datang ke pertandingan ini dengan pikiran yang bebas. Ini bukan sesuatu yang baru bagi kami karena beberapa pemain pernah bermain di Inggris dan saya juga pernah menghadapi beberapa pemain Inggris," jelas Mensah.
Melanjutkan penjelasannya, Mensah menilai reputasi besar Inggris justru menjadi sumber motivasi tambahan. Menurutnya, para pemain Ghana tidak merasa terintimidasi dan lebih memilih fokus pada peluang untuk menciptakan kejutan.
"Ini bukan sesuatu yang membuat kami gemetar atau takut. Justru hal itu memotivasi kami untuk memberikan lebih banyak lagi di lapangan," tambahnya.
Beralih ke aspek taktik, Mensah mengakui salah satu kekuatan terbesar Inggris terletak pada situasi bola mati. Kehadiran pemain seperti Harry Kane, Jude Bellingham, John Stones, dan Ezri Konsa membuat The Three Lions sangat berbahaya ketika mendapatkan tendangan bebas maupun sepak pojok.
"Ini bukan hanya soal Inggris. Dalam setiap pertandingan kami selalu menganggap serius semua aspek permainan, termasuk bola mati dan permainan terbuka. Kami melihat mereka sangat kuat dalam situasi itu dan sangat agresif di kotak penalti ketika menyerang. Kami sudah mempersiapkan diri dan akan memastikan tidak terjadi sesuatu yang merugikan kami," ujar Mensah.
Pertandingan ini memiliki arti penting bagi kedua tim. Ghana dan Inggris sama-sama mengoleksi tiga poin dari laga pertama, sehingga kemenangan akan membuat salah satu tim hampir pasti mengamankan tiket ke babak 32 besar dengan satu pertandingan tersisa.
Karena itu, Gideon Mensah berpeluang menjadi salah satu pemain kunci bagi Black Stars. Jika mampu meredam ancaman Bukayo Saka atau Noni Madueke, bek kiri tersebut bukan hanya membantu Ghana mendekati fase gugur, tetapi juga membuktikan dirinya mampu bersaing dengan pemain-pemain terbaik dunia.
Artikel Tag: Inggris, Piala Dunia, Ghana, Piala Dunia 2026, Bukayo Saka, Noni Madueke