Ginjiro Shigeoka Dipulangkan dari RS 10 Bulan Setelah Cedera Otak Serius
Ginjiro Shigeoka (kiri) terlihat di ranjang rumah sakit bersama sang kakak, Yudai, yang rajin mengabarkan perkembangan adiknya. (Foto: Fight TV)
Petinju Jepang, Ginjiro Shigeoka, akhirnya keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan selama sekitar 10 bulan akibat pendarahan otak yang dideritanya dalam sebuah pertarungan gelar dunia.
Ginjiro Shigeoka mengalami cedera serius tersebut setelah kalah dalam laga ulang melawan Pedro Taduran dalam perebutan gelar dunia kelas minimum IBF.
Usai pertarungan itu, ia sempat kolaps di atas ring dalam kondisi tidak responsif sebelum ia akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan dia pun diagnosis mengalami pendarahan otak.
Insiden ini terjadi beberapa bulan setelah pertemuan pertama mereka pada Juli 2024, ketika Shigeoka juga kalah TKO di ronde kesembilan dan kemudian harus menjalani operasi akibat patah tulang orbital.
Meski sempat melalui proses medis yang berat, ia tetap mendapatkan izin bertanding ulang dari otoritas tinju Jepang.
Kondisi Ginjiro Shigeoka pascapertarungan kedua dilaporkan sangat serius. Kakaknya, Yudai Shigeoka, pun secara berkala memberikan kabar mengenai perkembangan adiknya melalui media sosial.
Pada Agustus, Yudai menyebut Ginjiro Shigeoka mengalami kelumpuhan di sisi kiri tubuh dan hanya bisa berkomunikasi menggunakan tangan kanan.
Ia juga menjalani rehabilitasi intensif hingga tiga jam setiap harinya setelah dia dipindahkan ke rumah sakit di Kumamoto, Jepang.
Demi fokus merawat sang adik, Yudai bahkan memutuskan pensiun dari dunia tinju profesional.
Setelah berbulan-bulan menjalani perawatan, kabar baik akhirnya datang ketika Ginjiro diperbolehkan pulang setelah total 303 hari dirawat.
Dalam unggahan terbaru, Yudai membagikan foto kebersamaan keluarga, termasuk bayi perempuannya yang baru lahir, Hiyori, dengan Ginjiro yang kini menggunakan kursi roda.
Yudai menyebut momen tersebut sebagai awal dari fase yang baru dalam kehidupan mereka.
Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan berikutnya adalah menyesuaikan kebutuhan harian sang adik, termasuk dalam hal makanan khusus bagi penderita gangguan menelan atau disfagia.
Meski masih menghadapi berbagai keterbatasan, keluarga tetap optimistis dengan proses pemulihan yang dijalani Ginjiro.
Yudai menegaskan bahwa mereka akan terus berusaha menciptakan masa depan yang lebih baik dan menggantikan masa-masa sulit dengan kebahagiaan ke depan.
Artikel Tag: Ginjiro Shigeoka