Lydia Ko Rendah Hati Soal Peluang Lewati Rekor Annika Sorenstam
Lydia Ko menegaskan bahwa kondisi kompetisi saat ini jauh berbeda dibandingkan masa kejayaan Sorenstam. (Foto: Golf Digest)
Lydia Ko berpeluang mencatatkan sejarah baru pada ajang U.S. Women's Open pekan ini.
Pegolf asal Selandia Baru itu hanya membutuhkan tambahan pendapatan untuk melampaui rekor Annika Sorenstam sebagai peraih hadiah uang terbanyak sepanjang sejarah golf putri.
Meski demikian, Ko menilai perbandingan dirinya dengan legenda asal Swedia tersebut tidak sepenuhnya adil karena perbedaan era yang sangat signifikan dalam hal besaran hadiah turnamen.
Menjelang dimulainya U.S. Women's Open di Riviera Country Club, Pacific Palisades, California, Kamis (4/6) waktu setempat, Ko mengakui bahwa peluang melampaui rekor tersebut tentu menjadi pencapaian yang membanggakan.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi kompetisi saat ini jauh berbeda dibandingkan masa kejayaan Sorenstam.
"Saat ini kami bermain di generasi yang sangat berbeda," kata Lydia Ko dalam konferensi pers, Selasa (2/6).
Pegolf berusia 29 tahun itu menambahkan bahwa para pemain LPGA saat ini bertanding dengan total hadiah yang jauh lebih besar dibandingkan era ketika Sorenstam mendominasi tur.
Saat ini, Ko telah mengumpulkan pendapatan karier sebesar 21,8 juta dolar AS dan menempati posisi kedua dalam daftar sepanjang masa LPGA.
Sementara itu, Sorenstam masih berada di puncak dengan total pendapatan sekitar 22,5 juta dolar AS.
Meski hanya terpaut tipis, Ko merasa jumlah kemenangan merupakan ukuran yang lebih bermakna dibandingkan total hadiah uang yang diperoleh.
Sepanjang kariernya, Lydia Ko telah mengoleksi 23 gelar LPGA Tour, termasuk tiga gelar major.
Sementara Sorenstam mencatatkan 72 kemenangan antara 1995 hingga 2008, jumlah yang menempatkannya di peringkat ketiga daftar pemenang terbanyak sepanjang sejarah LPGA.
Di atas Sorenstam hanya ada dua legenda Amerika Serikat, Kathy Whitworth dengan 88 kemenangan dan Mickey Wright yang mengoleksi 82 gelar.
Lydia Ko bahkan menggambarkan dirinya masih sangat jauh dibandingkan Sorenstam jika melihat pencapaian kemenangan sepanjang karier.
Menurutnya, perkembangan hadiah uang yang terus meningkat seharusnya tidak menjadi dasar utama untuk membandingkan prestasi lintas generasi.
Ia berharap para pegolf masa depan nantinya dapat bermain dengan hadiah yang lebih besar lagi dibandingkan generasinya saat ini.
Selain membahas rekor pendapatan, Ko juga menyinggung masa depannya di ajang Olimpiade.
Riviera Country Club akan menjadi lokasi cabang golf Olimpiade Los Angeles 2028, tetapi Ko mengisyaratkan kemungkinan besar tidak akan kembali tampil sebagai atlet.
Lydia Ko merupakan salah satu pegolf paling sukses dalam sejarah Olimpiade modern.
Ia meraih medali perak di Rio de Janeiro 2016, perunggu di Tokyo 2021, dan melengkapi koleksinya dengan medali emas pada Olimpiade Paris 2024.
Meski tidak berencana tampil lagi sebagai peserta, Ko mengaku tertarik dengan format beregu campuran yang akan diperkenalkan pada Olimpiade mendatang.
Ia berharap tetap bisa terlibat dalam ajang tersebut dalam kapasitas tertentu.
Bagi Ko, tiga kali tampil di Olimpiade sudah memberikan pengalaman luar biasa sekaligus tekanan yang cukup besar.
Karena itu, ia merasa perjalanan Olimpiadenya sebagai atlet kemungkinan telah mencapai garis akhir.
Artikel Tag: lpga tour, lydia ko, annika sorenstam