Kanal

Perjuangan Joe Dean, Dari Sopir Truk Hingga Tampil di The Open Championship

Penulis: Abdi Ardiansyah
14 Jul 2026, 09:05 WIB

Joe Dean

Berita Golf - Perjalanan Joe Dean menuju The Open Championship 2026 menjadi salah satu kisah paling inspiratif di dunia golf tahun ini. Pegolf asal Sheffield, Inggris, itu berhasil memastikan tiket tampil di turnamen mayor tertua dunia setelah menjuarai Last Chance Qualifier, hanya beberapa tahun setelah bekerja sebagai sopir pengantar barang demi mempertahankan mimpinya sebagai atlet profesional.

Dean membukukan skor dua di bawah par 68 pada babak Last Chance Qualifier yang digelar di Royal Birkdale. Kemenangan tersebut memberinya satu tiket terakhir untuk tampil di The Open Championship, melengkapi perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.

Sebelum kembali bersinar di lapangan golf, Dean sempat berada di titik terendah dalam kariernya. Pada awal pandemi Covid 19 tahun 2020, ia kesulitan memperoleh penghasilan dari turnamen golf sehingga memutuskan bekerja sebagai sopir pengantar barang di sebuah jaringan supermarket di Inggris.

Pekerjaan itu dijalaninya selama hampir empat tahun. Meski harus membagi waktu antara bekerja dan berlatih, Dean tidak pernah benar benar meninggalkan impiannya menjadi pegolf profesional.

"Saya menikmati pekerjaan itu. Saya bertemu banyak teman baik dan pengalaman tersebut membuat saya tetap membumi," ujar Dean.

Kesempatan mengubah hidup datang pada akhir 2023 ketika sejumlah sahabatnya mengumpulkan dana agar ia bisa mengikuti DP World Tour Qualifying School. Dean memanfaatkan kesempatan itu dengan maksimal dan berhasil mendapatkan kartu bermain di DP World Tour untuk musim 2024.

Kariernya kemudian mulai menanjak. Pada Kenya Open 2024, Joe Dean finis sebagai runner up dan membawa pulang hadiah sekitar 225 ribu dolar AS, hasil yang ia sebut sebagai momen yang mengubah hidupnya. Penampilan impresif itu berlanjut hingga ia mampu tampil di The Open 2024 dan menutup musim di peringkat ke 37 Race to Dubai.

Musim 2026 menjadi bukti bahwa performanya terus berkembang. Sebelum tampil di Last Chance Qualifier, Dean telah mengoleksi dua finis 10 besar dalam tiga turnamen terakhir. Momentum tersebut berlanjut saat ia tampil tenang di Royal Birkdale untuk merebut tiket terakhir menuju The Open Championship.

"Saya merasa lebih nyaman bermain dalam turnamen satu hari. Saya hanya mencoba mempertahankan mentalitas menyerang sepanjang putaran," kata Dean.

Keberhasilan lolos ke The Open menjadi pencapaian besar bagi pegolf berusia 32 tahun itu. Dari seorang sopir pengantar barang yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, Joe Dean kini akan bersaing dengan para pegolf terbaik dunia di salah satu panggung paling bergengsi dalam olahraga golf.

Artikel Tag: the open championship, Royal Birkdale

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru