PGA Championship 2026 Sajikan Persaingan Terbuka Jelang Putaran Final
Menurut data The Athletic, jumlah 22 pemain, termasuk Jon Rahm, yang berada dalam jarak empat stroke dari pemimpin menjadi rekor baru di PGA Championship. (Foto: Golf Digest)
Persaingan menuju gelar PGA Championship 2026 disebut menjadi salah satu yang paling terbuka dalam beberapa tahun terakhir.
Pasalnya, puluhan pegolf masih memiliki peluang realistis untuk menjadi juara menjelang putaran final di Aronimink Golf Club, Pennsylvania.
Pegolf Spanyol Jon Rahm bahkan terlihat beberapa kali memperhatikan papan klasemen digital saat menjalani konferensi pers seusai putaran ketiga, Sabtu (16/5) waktu setempat.
Rahm tampak heran melihat begitu banyak pemain berkumpul di papan atas klasemen.
“Bisakah ini dipindahkan? Ada berapa pemain di angka 3-under?” kata Rahm sambil memperhatikan deretan nama di papan skor.
Pada satu titik, Rahm menjadi satu dari lima pegolf yang berbagi posisi puncak di angka 4-under.
Namun, situasi berubah lagi ketika Alex Smalley menutup hari dengan sangat kuat untuk merebut keunggulan dua stroke.
Meski demikian, persaingan tetap sangat terbuka.
Lima pemain berada dua stroke di belakang Smalley, empat pegolf lainnya tertinggal tiga stroke, sementara 12 pemain lain masih bertahan di angka 2-under.
Artinya, sebanyak 21 pegolf masih memiliki peluang nyata merebut gelar major tersebut pada putaran final Minggu.
Pegolf Swedia Ludvig Åberg mengaku belum pernah melihat persaingan seketat ini sepanjang karier profesionalnya.
“Karier saya di PGA Tour memang belum terlalu lama, tetapi saya belum pernah melihat situasi seperti ini,” ujar Åberg.
“Banyak pemain masih punya peluang. Saya pikir ini sangat menarik untuk penonton.”
Menurut data The Athletic, jumlah 22 pemain yang berada dalam jarak empat stroke dari pemimpin menjadi rekor baru di PGA Championship.
Sementara itu, lima pemain berbagi posisi kedua di belakang satu pemimpin setelah 54 hole baru terjadi lima kali dalam sejarah turnamen major.
Smalley kini harus menghadapi tekanan dari sederet nama besar yang masih membayangi, termasuk Rory McIlroy, Xander Schauffele, Patrick Reed, dan Rahm sendiri.
Namun, PGA Championship 2026 juga membuka peluang bagi munculnya juara major baru.
Enam dari 10 besar klasemen sementara, termasuk Smalley, belum pernah memenangkan turnamen major sepanjang karier mereka.
Pegolf Jerman Matti Schmid, yang mencatat skor 65 dan akan tampil di grup terakhir bersama Smalley pada putaran final, juga belum pernah menang di PGA Tour.
“Saya sempat melihat nama saya berada di atas leaderboard sekali, dan itu terasa menyenangkan,” kata Schmid.
Sementara itu, grup pegolf di angka 2-under juga diisi sejumlah pemain berpengalaman seperti Justin Rose, Chris Kirk, dan pegolf Norwegia Kristoffer Reitan.
Rose menilai tekanan justru akan semakin besar bagi pemain yang memimpin klasemen PGA Championship 2026 pada hari terakhir.
“Jika Anda memimpin dan pemain lain terus mendekat, setiap pukulan terasa sangat menentukan,” ujar juara U.S. Open 2013 tersebut.
Rahm menambahkan bahwa kondisi lapangan yang sulit justru membuat turnamen semakin menarik dan menjaga persaingan tetap rapat hingga akhir.
“Seberat apa pun lapangannya, tantangan seperti ini bisa terasa menyenangkan jika Anda bermain bagus,” kata Rahm.
“Itulah mengapa leaderboard begitu rapat dan besok akan menjadi hari Minggu yang luar biasa.”
Artikel Tag: PGA tour, pga championship