Kanal

Scottie Scheffler Bela Bryson DeChambeau usai Kontroversi The Open

Penulis: Hanif Rusli
21 Jul 2026, 13:31 WIB

Scottie Scheffler (kiri) dan Bryson DeChambeau. (Foto: Golf Digest)

Pegolf nomor satu dunia Scottie Scheffler membela Bryson DeChambeau di tengah kontroversi penalti yang diterimanya pada The Open Championship 2026.

Meski menilai penegakan aturan dalam golf profesional perlu diperketat, Scheffler menegaskan bahwa DeChambeau bukanlah pegolf yang sengaja berbuat curang.

DeChambeau dijatuhi penalti dua pukulan setelah putaran kedua pada Jumat (17/7) di Royal Birkdale, Southport, Inggris.

The R&A menyatakan pegolf LIV Golf tersebut melanggar aturan karena dianggap memperbaiki area ayunan yang akan digunakan saat berada di rumput tinggi pada hole kelima.

Kasus itu menjadi salah satu perbincangan terbesar sepanjang pekan turnamen.

Rekaman televisi memperlihatkan DeChambeau berjalan mendekati bolanya dengan beberapa langkah tinggi sehingga rumput fescue di belakang bola tampak rebah.

Kondisi tersebut dinilai mengubah area ayunan meski tidak dilakukan secara sengaja.

Direktur Eksekutif Tata Kelola The R&A, Grant Moir, sebelumnya menjelaskan bahwa aturan tetap berlaku meskipun tindakan tersebut tidak disengaja. Karena itu, DeChambeau tetap dikenai tambahan dua pukulan sesuai regulasi yang berlaku.

Scottie Scheffler mengaku telah mengenal DeChambeau sejak lama dan tidak pernah melihat rekannya itu melakukan tindakan curang, baik dalam pertandingan maupun latihan.

"Bryson memang memiliki banyak karakter, tetapi dia jelas bukan seorang yang curang. Saya sudah mengenalnya sejak lama dan tidak pernah sekali pun melihatnya berbuat curang, baik saat kami bertanding putting, latihan chip, maupun ketika masih bermain di level amatir," kata Scheffler.

Menurut juara Masters tersebut, dari sudut pengambilan gambar televisi memang terlihat seolah-olah DeChambeau bertindak ceroboh di sekitar bola. Namun, ia yakin tindakan tersebut bukan dilakukan dengan niat untuk memperoleh keuntungan.

Scottie Scheffler yang menutup putaran final dengan skor 67 atau tiga di bawah par dan finis di posisi keempat bersama dengan total 7-under juga sepakat dengan pendapat Russell Henley dan Sam Burns.

Keduanya menilai pegolf yang sering tampil di layar televisi cenderung mendapat pengawasan lebih ketat dibanding pemain lain.

"Bryson adalah salah satu pemain yang hampir setiap pukulannya disiarkan televisi. Dari sudut kamera yang jauh, suatu kejadian bisa terlihat berbeda dibandingkan ketika Anda berada langsung di lokasi," ujarnya.

Scheffler kemudian mencontohkan kasus Jon Rahm pada The Memorial Tournament 2020.

Saat itu, Rahm dikenai penalti dua pukulan setelah tayangan ulang televisi memperlihatkan bolanya bergerak sedikit di area rough sebelum melakukan pukulan chip. Penalti tersebut mengurangi margin kemenangannya dari lima menjadi tiga pukulan.

Meski membela DeChambeau, Scottie Scheffler tetap menilai olahraga golf perlu kembali memperkuat budaya menjunjung tinggi aturan.

Menurutnya, para pegolf seharusnya menjaga jarak yang aman dari batas pelanggaran, bukan terus mencoba mendekati garis tersebut.

"Saya merasa kita perlu kembali pada tradisi golf. Mungkin memang sudah saatnya penegakan aturan dilakukan dengan lebih ketat, tetapi para pemain juga harus lebih disiplin dalam menjaga integritas permainan," kata Scheffler.

Artikel Tag: Bryson deChambeau, the open championship, Scottie Scheffler

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru