Kanal

Gustavo Alfaro Bangga Paraguay Bungkam Turkiye Meski Main dengan 10 Orang

Penulis: Fery Andriyansyah
21 Jun 2026, 00:00 WIB

Gustavo Alfaro tegaskan Paraguay tidak pernah merasa inferior. (Foto: Alex Livesey - FIFA/FIFA via Getty Images)

Berita Piala Dunia: Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, memberikan pujian besar kepada para pemainnya usai kemenangan 1-0 atas Turkiye pada Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. Ia menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa Paraguay tidak pernah merasa lebih rendah dari lawan mana pun, meski harus bermain dengan 10 pemain selama lebih dari satu babak di Grup D Piala Dunia 2026.

La Albirroja mengawali pertandingan dengan sempurna setelah Matias Galarza mencetak gol hanya 64 detik setelah kick-off melalui tendangan jarak jauh yang spektakuler. Namun situasi menjadi jauh lebih sulit ketika Miguel Almiron menerima kartu merah pada masa tambahan waktu babak pertama.

Meski kalah jumlah pemain, Paraguay mampu bertahan dari gempuran Turkiye hingga peluit akhir berbunyi. Kemenangan itu sekaligus menghidupkan kembali peluang mereka untuk lolos ke babak 32 besar setelah sebelumnya dihajar Amerika Serikat 1-4 pada laga pembuka.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Alfaro menegaskan bahwa Paraguay selalu berusaha tampil tanpa rasa takut terhadap siapa pun. "Kami bisa menghadapi tim yang lebih baik dan lawan yang lebih besar atau lebih prestisius, dan kami menghormati itu, tetapi kami tidak akan pernah merasa sebagai tim yang lebih lemah atau lebih rendah daripada lawan mana pun. Kami akan selalu memberikan yang terbaik dan mewakili seragam ini dengan cara terbaik yang kami bisa," ujar Alfaro.

Sebelum pertandingan melawan Turkiye, La Albirroja mendapat banyak kritik akibat kekalahan telak dari Amerika Serikat. Bahkan sehari sebelum laga, Gustavo Alfaro secara terbuka meminta media untuk mengarahkan kritik kepada dirinya dan tidak membebani para pemainnya.

Kemenangan atas Turkiye memberikan jawaban yang diinginkan sang pelatih. Selain memastikan Turkiye tersingkir dari turnamen, hasil tersebut juga mengukuhkan Amerika Serikat sebagai juara Grup D setelah menang 2-0 atas Australia pada hari yang sama.

Alfaro mengaku sempat tidak percaya ketika wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Menurutnya, kemenangan tersebut lebih banyak ditentukan oleh karakter dan keberanian para pemain daripada faktor taktik semata.

Membahas perasaannya setelah laga, Alfaro mengatakan, "Ketika kami memenangkan pertandingan dan peluit akhir berbunyi, saya hampir tidak percaya. Namun saya mengatakan kepada para pemain bahwa saya ingin melihat kebahagiaan itu saat mereka saling menatap tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun."

Gustavo Alfaro kemudian menggambarkan suasana emosional yang dirasakan timnya setelah perjuangan berat sepanjang pertandingan. Ia menegaskan bahwa semangat pantang menyerah menjadi hal yang paling ia banggakan dari skuad Paraguay.

Melanjutkan penjelasannya, Alfaro mengatakan, "Segalanya terasa mendidih, darah kalian, dada kalian, semuanya. Dan saya mengatakan kepada mereka bahwa itulah yang ingin saya lihat. Saya menginginkan semangat juang itu. Bahkan jika orang-orang mengira kami sudah mati, kami tidak mati."

Paraguay kini akan kembali ke San Francisco Bay Area untuk menghadapi Australia pada Jumat (26/6/2026) pagi WIB dalam laga terakhir Grup D. Pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu nasib mereka dalam perburuan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Artikel Tag: Piala Dunia, Paraguay, Piala Dunia 2026, Gustavo Alfaro, Timnas Turkiye

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru