Kanal

Hakim Tolak Gugatan Kripto terhadap Mark Cuban dan Dallas Mavericks

Penulis: Hanif Rusli
01 Jan 2026, 20:46 WIB

Pihak Mark Cuban sejak awal membantah tuduhan tersebut. (Foto: AP)

Seorang hakim federal Amerika Serikat resmi menolak gugatan hukum terkait mata uang kripto yang diajukan terhadap Dallas Mavericks dan mantan pemilik mayoritas klub tersebut, Mark Cuban.

Gugatan yang pertama kali diajukan pada 2022 itu dinyatakan gugur karena penggugat gagal membuktikan kewenangan hukum pengadilan untuk mengadili Cuban dan tim NBA tersebut.

Dalam putusan tertanggal Jumat pekan lalu, Hakim Roy K. Altman dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan Florida menyatakan bahwa pengadilan tidak memiliki yurisdiksi pribadi atas Mark Cuban maupun Mavericks.

Artinya, penggugat tidak mampu menunjukkan keterkaitan hukum yang cukup kuat antara para tergugat dengan wilayah Florida, tempat gugatan tersebut diajukan.

Gugatan itu berakar dari kerja sama promosi antara Dallas Mavericks dan platform kripto Voyager Digital, yang kini telah bangkrut.

Para penggugat menuduh Cuban telah mendorong mereka untuk membuka rekening berbunga di Voyager setelah ia menyatakan, dalam konferensi pers Mavericks pada Oktober 2021, bahwa dirinya secara pribadi berinvestasi di perusahaan tersebut.

Selain itu, Mavericks sempat mengunggah promosi di media sosial yang menawarkan insentif Bitcoin gratis senilai 100 dolar AS bagi pengguna yang mengunduh aplikasi Voyager, membuka akun, menyetor dana, dan melakukan satu transaksi.

Pihak Mark Cuban sejak awal membantah tuduhan tersebut.

 Tim kuasa hukumnya menegaskan bahwa Cuban telah memperingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam mengelola uang mereka.

Selain itu, mereka berargumen bahwa aset Voyager yang dipermasalahkan tidak tergolong sebagai sekuritas, sehingga tidak tunduk pada regulasi promosi sekuritas.

Aspek yurisdiksi juga menjadi pilar utama pembelaan, dengan menekankan bahwa pengadilan Florida tidak memiliki kewenangan atas Cuban dan Mavericks.

Seiring berjalannya waktu, Cuban juga telah melepas saham mayoritasnya di Dallas Mavericks kepada taipan kasino Miriam Adelson, meski tetap mempertahankan peran dalam operasional bola basket tim.

Penasihat hukum utama Cuban dan Mavericks, Steve Best, menyambut putusan tersebut dengan nada puas. Ia menyebut keputusan hakim sebagai hasil yang sepenuhnya tepat secara hukum.

Meski demikian, Best memperkirakan pihak penggugat masih berpeluang mengajukan gugatan serupa di yurisdiksi lain.

Ia menegaskan kesiapan tim hukum untuk kembali membela Cuban dan Mavericks di mana pun gugatan itu diajukan.

“Mark tidak akan memilih jalan damai jika ia yakin berada di sisi hukum yang benar,” kata Best.

Sementara itu, pengacara pihak penggugat belum memberikan tanggapan resmi atas putusan tersebut hingga Rabu.

Dalam perkara Voyager ini, sejumlah figur publik lain sebelumnya juga sempat menjadi tergugat, termasuk mantan bintang NFL Rob Gronkowski, mantan pemain NBA Victor Oladipo, dan pembalap NASCAR Landon Cassill.

Namun, mereka telah lebih dulu mencapai kesepakatan damai.

Gugatan terhadap Mark Cuban dan Mavericks merupakan bagian dari gelombang tuntutan hukum yang menargetkan atlet dan selebritas yang mempromosikan platform kripto yang kemudian kolaps, dengan Voyager sebagai salah satu kasus paling menonjol.

Artikel Tag: Mark Cuban

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru