Hamzah Sheeraz Tuduh WBO Korup Usai Dipaksa Hadapi Janibek Alimkhanuly
Hamzah Sheeraz
Berita Tinju - Hamzah Sheeraz tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah WBO memerintahkan dirinya mempertahankan gelar kelas menengah super melawan Janibek Alimkhanuly.
Sheeraz merebut sabuk WBO kelas 168 pound pada Mei lalu setelah menghentikan Alem Begic pada ronde kedua dalam perebutan gelar yang saat itu berstatus kosong.
Namun, status Sheeraz sebagai juara dunia belum sepenuhnya diterima tanpa kritik. Sebelumnya, petinju asal Inggris tersebut menghentikan Edgar Berlanga pada ronde kelima, setelah sebelumnya bermain imbang secara kontroversial melawan Carlos Adames ketika masih bertarung di kelas menengah.
Pada pertarungan terakhirnya, Sheeraz juga hanya mampu meraih kemenangan angka mayoritas atas Simon Zachenhuber pada Juli.
Meski demikian, Sheeraz mengaku siap menghadapi tantangan lebih besar. Ia sebelumnya bersedia bertarung melawan Jacob Bank, petinju tak terkalahkan yang berada di peringkat tinggi WBO dan menjadi salah satu kandidat penantang berikutnya.
Rencana tersebut berubah setelah WBO menetapkan Janibek Alimkhanuly sebagai penantang wajib Sheeraz.
Keputusan itu menjadi kontroversial karena Janibek sebelumnya dinyatakan positif mengandung meldonium dalam tes doping pada November. Ia sempat mendapat hukuman skorsing selama satu tahun, tetapi WBO kemudian menghentikan masa hukuman tersebut.
Kondisi itu membuat Sheeraz mempertanyakan keputusan badan tinju tersebut. Dalam wawancara dengan Ariel Helwani, ia bahkan menuding adanya kepentingan lain di balik keputusan WBO.
“Saya pikir ini lelucon. Apa yang dilakukan WBO benar benar memalukan bagi olahraga tinju,” ujar Sheeraz.
“Pada dasarnya, mereka memberikan penghargaan kepada seseorang yang terbukti positif menggunakan zat terlarang.”
Sheeraz kemudian mempertanyakan kemungkinan adanya kepentingan pribadi dalam keputusan tersebut.
“Saya kira ini berkaitan dengan motif tersembunyi dan korupsi. Saya merasa semuanya didasarkan pada hubungan pribadi,” katanya.
Kontroversi ini semakin menarik karena Janibek sebelumnya merupakan juara dunia kelas menengah yang memiliki dua gelar sebelum kasus doping tersebut. IBF kemudian mengambil tindakan dengan mencabut sabuk miliknya setelah hasil tes positif diumumkan.
Kini, Hamzah Sheeraz menghadapi pilihan sulit. Ia harus mempertahankan gelarnya melawan petinju berbahaya, sekaligus membawa persoalan keputusan WBO dan status Janibek di luar ring menjadi bagian dari pertarungan tersebut.
Artikel Tag: WBO, kelas menengah, Kelas Menengah Super, Edgar Berlanga, Janibek Alimkhanuly, Carlos Adames, Hamzah Sheeraz