Harry Hartono Tambah Satu Lagi Pelatih Indonesia Yang Hijrah ke Timnas Malaysia
Harry Hartono-Chico Wardoyo/[Foto:Thestar]
Kuala Lumpur - Direktur pelatihan tunggal putra nasional Kenneth Jonassen yakin kedatangan Yeoh Kay Bin dan pelatih Indonesia Harry Hartono akan semakin memperkaya jajaran pelatih Malaysia untuk mengembangkan talenta muda menjadi juara dunia.
Penunjukan Kay Bin sebagai pelatih tunggal junior nasional dan Harry Hartono sebagai asisten pelatih tunggal putra senior mungkin telah melengkapi struktur kepelatihan baru yang dirancang oleh Jonassen.
Langkah pertamanya adalah mempromosikan pelatih legenda bulu tangkis Lee Chong Wei, Tey Seu Bock, untuk membimbing pemain senior seperti Leong Jun Hao (peringkat 28 dunia), Justin Hoh (peringkat 38), Eogene Ewe (peringkat 86), dan Ng Tze Yong (peringkat 207), yang secara bertahap kembali pulih dari cedera.
Posisi Seu Bock sebagai pelatih tunggal junior akan diisi oleh Kay Bin, sementara Seu Bock akan dibantu oleh Harry dan pelatih K. Yogendran.
"Saya sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh manajemen BAM untuk menyetujui dan mengkonfirmasi perekrutan pelatih-pelatih berkualitas ini," kata Jonassen.
"Ini akan sangat membantu ambisi kami untuk memiliki jalur yang jelas bagi para pelatih yang tersedia untuk membantu pemain muda kami mewujudkan potensi mereka — mulai dari hari pertama para pemain bulu tangkis memulai perjalanan mereka di BAM hingga, mudah-mudahan, mereka mampu mencapai level kelas dunia."
"Kedatangan para pelatih akan melengkapi jajaran pelatih kami dan memberikan kesempatan terbaik untuk mengembangkan bakat-bakat kami menjadi juara dunia."
Kay Bin, yang peran terakhirnya adalah melatih pemain bulu tangkis independen Lee Zii Jia tahun lalu, telah menyatakan minatnya untuk menawarkan jasanya dalam mengembangkan pemain bulu tangkis junior.
Setelah bekerja selama 18 tahun dengan talenta muda di akademinya — New Vision Badminton Academy — sejak tahun 2008, ia juga memiliki pengalaman mengasah keterampilan kepelatihannya di bawah bimbingan pelatih terkenal Tiongkok, Li Mao, di International Club di Shenzhen antara tahun 2015 dan 2021.
Li Mao terkenal karena berhasil mengubah Chong Wei menjadi pemain kelas dunia yang mampu menantang musuh bebuyutannya, Lin Dan dari Tiongkok dan Taufik Hidayat dari Indonesia pada tahun 2005–2006 sebagai pelatih tunggal putra nasional.
Kehadiran Kay Bin akan sangat penting karena total ada 31 pemain — 19 pemain tunggal putra dan 12 pemain tunggal putri — dalam program junior, di mana 15 pemain (sembilan putra dan enam putri) adalah rekrutan baru.
Harry Hartono pernah bekerja sebagai asisten mantan pelatih kepala tunggal putra Indonesia, Irwansyah, yang saat ini membimbing para pemain tunggal putra India, hingga tahun 2024, di mana ia berkesempatan melatih pemain top Jonatan Christie (peringkat 3) dan Anthony Ginting (peringkat 63).
Setelah sempat meninggalkan Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PBSI) untuk melatih di level klub, Harry kembali di bawah bimbingan pelatih Indra Wijaya, di mana ia telah membantu perkembangan pemain muda Alwi Farhan (No. 14), Zaki Ubaidillah (No. 44), Pradiska Bagas Shujiwo (No. 48) dan Yohannes Marcellyno (No. 78).
Harry Hartono menambah daftar pelatih Indonesia yang hijrah ke Malaysia yakni sebelumnya ada pelatih top Rexy Mainaky, Herry IP dan juga Nova Widianto.
Artikel Tag: Harry Hartono, PBSI, badminton Malaysia, rexy mainaky