Hasil French Open: Belum Terkalahkan, Marta Kostyuk Jadi Semifinalis
Marta Kostyuk [image: EPA]
Berita Tenis: Perempatfinal Grand Slam pertama yang mempertemukan dua petenis Ukraina, Marta Kostyuk melawan Elina Svitolina memiliki nuansa bersejarah sejak awal laga tersebut tercipta di French Open musim 2026.
Petenis unggulan ke-15 memastikan satu tempat di semifinal Grand Slam untuk kali pertama dalam kariernya di French Open usai menumbangkan petenis unggulan ketujuh, Svitolina dengan 6-3, 2-6, 6-2 dalam waktu 1 jam 49 menit, termasuk memenangkan 13 dari 14 poin terakhir.
Petenis berusia 23 tahun kini menjadi petenis putri Ukraina pertama yang mencapai semifinal French Open di Open Era sekaligus menjadi semifinalis Grand Slam ketiga dari negaranya setelah Svitolina dan Dayana Yastremska.
Sementara petenis unggulan ketujuh yang telah mencapai semifinal di setiap Grand Slam lainnya, kini mencatatkan 0-6 di perempatfinal Grand Slam di Roland Garros.
Momen tersebut menjadi lebih mengharukan mengingat serangan dahsyat Rusia di seluruh Ukraina pada malam sebelumnya, yang menewaskan sedikitnya 18 orang. Petenis unggulan ke-15 pun memulai wawancara di lapangan dengan mendedikasikan pertandingan tersebut demi tanah airnya.
"Saya ingin memulai dengan pertandingan bersejarah yang kami mainkan hari ini bersama Elina," ungkap Kostyuk. "Kami kembali mengalami malam yang sangat sulit di Ukraina, terutama di Kiev. Begitu banyak orang meninggal. Saya ingin mempersembahkan pertandingan ini kepada rakyat Ukraina dan kepada ketahanan mereka."
Meskipun petenis berkebangsaan Ukraina paling berprestasi dalam sejarah turnamen WTA, Svitolina memasuki pertandingan dengan rekor 10-2 melawan rekan senegaranya di turnamen WTA, juara Madrid Open musim 2026 kini unggul 2-1 dalam head to head mereka.
Petenis berusia 23 tahun kalah dari petenis berusia 31 tahun, Svitolina saat berusia 15 tahun dalam Grand Slam pertama dalam kariernya di Australian Open musim 2018, tetapi kemenangannya di Paris pekan ini hampir persis mengulang kedudukan pertemuan mereka di Toronto musim 2024, yang dimenangkan petenis berusia 23 tahun dengan 6-2, 2-6, 6-2.
"Dan tentu saja, saya ingin menyoroti Elina dan pengaruhnya yang luar biasa terhadap tenis Ukraina, terhadap warga Ukraina, dan terhadap saya. Semua orang yang menonton, ia adalah petarung yang luar biasa. Saya sangat senang bisa lolos ke semifinal, tetapi saya ingin berterima kasih padanya lagi atas pertandingan yang luar biasa ini,” tutur Kostyuk.
Berkat kemenangan tersebut, petenis unggulan ke-15 kini mengantongi 17 kemenangan secara beruntun di turnamen clay-court, termasuk memenangkan gelar di Rouen dan Madrid, yang menjadi kemenangan beruntun terpanjang di turnamen clay-court sejak 21 kemenangan beruntun Iga Swiatek pada bulan April – Juli musim 2024.
Ia juga menjadi petenis putri kelima yang memenangkan 17 pertandingan pertama di musim clay-court setelah Venus Williams (2004), Justine Henin (2005), Serena Williams (2012, 2013) dan Swiatek (2022).
Demi satu tempat di final French Open, Kostyuk akan berduel melawan petenis unggulan kedelapan, Mirra Andreeva yang menjadi laga ulang final Madrid Open musim ini. Petenis berkebangsaan Ukraina unggul dalam head to head mereka dengan 2-0 setelah ia juga memenangkan pertemuan mereka di Brisbane awal musim ini.
Artikel Tag: Elina svitolina, French Open, Marta Kostyuk, Mirra Andreeva