IBF Cabut Gelar Kelas Menengah Milik Janibek Alimkhanuly
Janibek Alimkhanuly terbukti positif menggunakan meldonium, zat terlarang yang dapat meningkatkan daya tahan dan mempercepat pemulihan tubuh selama latihan. (Foto: Fight TV)
Badan tinju dunia International Boxing Federation (IBF) resmi mencabut gelar juara dunia kelas menengah milik petinju Kazakhstan Janibek Alimkhanuly.
Ini dikarenakan serangkaian pelanggaran, termasuk hasil tes doping positif dan ketidakmampuannya menjalani kewajiban mempertahankan gelar.
Keputusan tersebut diambil setelah Janibek Alimkhanuly terbukti positif menggunakan meldonium, zat terlarang yang dapat meningkatkan daya tahan serta mempercepat pemulihan tubuh selama latihan.
Sampel A dan B yang diuji oleh Voluntary Anti-Doping Association (VADA) sama-sama menunjukkan hasil positif.
Kasus doping itu juga menyebabkan petinju berusia 32 tahun tersebut dicoret dari rencana duel unifikasi gelar melawan juara kelas menengah WBA Erislandy Lara yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025.
Pertarungan tersebut semula menjadi kesempatan besar bagi Janibek Alimkhanuly untuk menyatukan tiga sabuk juara dunia di divisi tersebut.
Selain hasil tes doping, IBF menyebut Alimkhanuly tidak dapat memenuhi kewajiban mempertahankan gelar dalam batas waktu yang ditentukan.
Berdasarkan aturan organisasi, juara dunia wajib melakukan pertahanan gelar dalam periode tertentu. Dalam kasus Alimkhanuly, tenggat tersebut ditetapkan pada 4 Juli 2026.
Namun, hukuman larangan bertanding yang dijatuhkan membuatnya tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut. Komite IBF akhirnya memutuskan untuk mengosongkan gelar kelas menengah organisasi tersebut.
Meski kehilangan sabuk IBF, Janibek Alimkhanuly masih tercatat sebagai juara dunia versi World Boxing Organization (WBO).
Organisasi itu sebelumnya menjatuhkan skorsing satu tahun terhadapnya, namun tidak mencabut gelar yang dipegang petinju Kazakhstan tersebut.
Selain sanksi dari badan tinju internasional, Alimkhanuly juga mendapat hukuman dari beberapa otoritas tinju.
Federasi Tinju Profesional Kazakhstan menjatuhkan larangan bertanding hingga 31 Mei 2026, sementara Association of Boxing Commissions di Amerika Serikat menjatuhkan suspensi hingga 1 Juni 2026.
Petinju dengan rekor profesional 17 kemenangan tanpa kekalahan itu terakhir kali naik ring pada April 2025 saat menghentikan petinju Republik Demokratik Kongo Anauel Ngamissengue pada ronde kelima di Astana, Kazakhstan.
Dengan dicabutnya sabuk IBF, divisi kelas menengah kini membuka peluang bagi petinju lain untuk memperebutkan gelar yang kosong, sementara masa depan Alimkhanuly di ring baru akan kembali jelas setelah masa skorsingnya berakhir.
Artikel Tag: IBF, Erislandy Lara, Janibek Alimkhanuly