Iga Swiatek Renungkan Fase Kariernya Sebagai Kuda Hitam
Iga Swiatek [image: getty images]
Berita Tenis: Iga Swiatek dan Hubert Hurkacz, yang membawa Polandia kembali ke perempatfinal United Cup, memberikan pratinjau pertandingan mereka melawan Australia.
Di United Cup dalam dua musim terakhir, Polandia hanya kurang satu kemenangan untuk mengangkat trofi kemenangan.
Kedua petenis telah menjadi jantung dan jiwa tim nasional Polandia sejak kompetisi beregu campuran tersebut dimulai dan pada hari Rabu (7/1), duo dinamis ini berhasil membawa Polandia kembali ke perempatfinal United Cup.
Setelah Hurkacz memetik kemenangan atas Alexander Zverev dalam mengawali usahanya kembali ke turnamen ATP dan mengalahkan petenis berkebangsaan Belanda, Tallon Griekspoor untuk secara resmi memastikan Polandia lolos sebagai juara Grup F, petenis peringkat 2 dunia dengan mudah mengalahkan Suzan Lamens dalam dua set langsung.
“Saya lebih presisi dalam pergerakan kaki saya. Jadi, saya pikir itu adalah peningkatan dibandingkan dengan pertandingan terakhir,” nilai Swiatek.
“Hubi juga bermain luar biasa, jadi, saya bisa turun ke lapangan dengan penuh percaya diri karena ia sudah membawa kami ke perempatfinal. Saya bisa bermain dengan bebas.”
Tim tuan rumah, Australia menanti di perempatfina dengan Alex de Minaur akan memberikan Hurkacz ujian lain melawan petenis peringkat 10 besar dalam turnamen pertamanya sejak menjalani operasi lutut kanan pada bulan Juli musim lalu.
“Ia mungkin mendekati atau berada di peringkat tertinggi yang pernah ia raih. Ia sangat cepat, bergerak di lapangan dengan sangat baik,” ujar Hurkacz, yang mencatatkan 1-2 dalam head to head melawan De Minaur.
“Jadi, itu akan menjadi tantangan yang bagus, terutama dengan penonton Australia. Itu akan sangat menyenangkan dan saya bersemangat untuk pertandingan itu.”
Sementara petenis yang telah mengantongi enam gelar Grand Slam diproyeksikan akan menghadapi Maya Joint, petenis nomor 1 Australia yang berusia 19 tahun.
Pada musim 2025, Joint memenangkan dua gelar turnamen WTA dan naik ke peringkat 32 dunia. Ia absen pada pertandingan pembuka Australia melawan Norwegia karena sakit, sebelum kalah dalam debutnya di musim 2026 melawan Barbora Krejcikova pada hari Selasa.
Mengenang masa-masa di titik kariernya yang serupa, juara Wimbledon musim 2025 menegaskan bahwa ia tidak pernah menganggap dirinya sebagai bintang yang sedang naik daun sebelum mencapai momen terobosan besar sebagai juara French Open musim 2020.
“Saya hanya berusaha bermain sebaik mungkin sebagai kuda hitam. Sejujurnya, itu cukup menyenangkan. Saya merindukan masa-masa itu,” kenang Swiatek. “Saya ingat bermain melawan Ashleigh Barty, saya bisa merasakan betapa hebat dirinya ketika ia berada di peringkat 1 dunia dan sangat solid. Ia benar-benar menginspirasi saya.”
“Menjadi kuda hitam dan petenis yang sedang naik daun dengan kesegaran yang anda miliki, saya pikir itu hebat. Ini adalah momen di mana anda paling meningkatkan permainan anda.”
Petenis peringkat 2 dunia percaya Joint “bermain dengan baik” sejauh ini. Memuji kecerdasan dan sifat rendah hatinya, petenis berusia 24 tahun tetap memiliki urusan yang harus diselesaikan di Sydney.
“Saya mendoakan yang terbaik untuknya, tetapi bukan dalam dua hari,” tutur Swiatek sambil tersenyum.
Artikel Tag: Tenis, United Cup, Iga Swiatek