Iliman Ndiaye Bangga Ukir Rekor Bersejarah Bersama Everton
Iliman Ndiaye tak menyangka namanya masuk sejarah Everton. (Foto: James Gill - Danehouse/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Iliman Ndiaye mengaku bangga setelah namanya tercatat dalam sejarah Everton melalui dua momen penting yang terjadi dalam rentang waktu singkat. Penyerang tim nasional Senegal itu menjadi pencetak gol terakhir di Goodison Park sekaligus pencetak gol pertama The Toffees di Hill Dickinson Stadium, markas baru klub sejak musim panas tahun lalu.
Ndiaye memainkan peran besar dalam dua pertandingan bersejarah tersebut. Saat Everton menjalani laga terakhir di Goodison Park pada Mei 2025, ia mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Southampton. Beberapa bulan kemudian, pemain berusia 26 tahun itu kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah klub dengan mencetak gol pertama di Hill Dickinson Stadium saat The Toffees mengalahkan Brighton & Hove Albion 2-0.
Perjalanan Ndiaye menuju sepak bola profesional tidak berlangsung mudah. Lahir di Prancis, ia sempat menimba ilmu di beberapa akademi sebelum melanjutkan pengembangan karier di Senegal dan kemudian pindah ke Inggris. Kesempatan besar datang ketika Sheffield United merekrutnya pada 2019, sebelum ia sempat memperkuat Marseille dan akhirnya bergabung dengan Everton pada 2024.
Dalam wawancara dengan L'Equipe, Iliman Ndiaye mengenang perjalanan panjangnya di Inggris dan menjelaskan mengapa dirinya merasa begitu nyaman bermain di negara tersebut. Menurutnya, sepak bola Inggris sangat cocok dengan karakter permainan yang selama ini ia tampilkan.
"Tentu saja saya menyukai sepak bola Inggris. Saya juga merasa seperti di rumah sendiri di negara ini, saya merasa bebas di sini. Gaya bermain saya seperti perjalanan hidup saya, bebas dan tidak biasa. Dan mereka menyukai gaya bermain seperti itu di sini," kata Ndiaye.
Iliman Ndiaye kemudian berbicara mengenai pencapaian unik yang berhasil ia torehkan bersama Everton. Meski awalnya tidak terlalu memikirkan arti dari momen tersebut, ia kini menyadari betapa istimewanya catatan yang telah dibuatnya.
"Di Everton, hanya dalam dua pertandingan saya membuat sejarah dengan menjadi pencetak gol terakhir di Goodison Park dan pencetak gol pertama di Hill Dickinson Stadium. Menulis sejarah klub bukan sesuatu yang bisa dilakukan semua orang. Awalnya saya tidak terlalu menyadarinya, tetapi karena banyak orang terus membicarakannya..." ujarnya sambil tertawa.
Sejak bergabung dengan The Toffees, Ndiaye telah mencetak 17 gol dan tiga assist dari 71 pertandingan di semua kompetisi. Kontribusinya membuat ia menjadi salah satu pemain penting dalam skuad asuhan David Moyes, sekaligus salah satu aset berharga klub untuk beberapa musim ke depan.
Meski baru-baru ini mengaku terbuka terhadap kemungkinan kembali ke Marseille suatu saat nanti, peluang transfer dalam waktu dekat dinilai sangat kecil. Selain masih terikat kontrak hingga 2029, Everton juga diyakini akan meminta nilai transfer yang sangat tinggi untuk melepas salah satu pemain andalannya tersebut.
Artikel Tag: Everton, Iliman Ndiaye