Kanal

Ironi Pemain Diaspora Muda di BRI Super League Disorot Raja Isa

Penulis: Rheza Hendrian
10 Feb 2026, 21:14 WIB

Fenomena gerbong pemain muda diaspora Indonesia yang bergabung ke klub BRI Super League awal tahun ini disorot oleh pelatih asal Malaysia yaitu Raja Isa / via Istimewa

Berita BRI Super League: Pelatih asal Malaysia yakni Raja Isa, menyoroti fenomena transfer pemain diaspora muda Timnas Indonesia yang pindah ke BRI Super League musim ini. Raja Isa khawatir 'zona nyaman' akan menjebak para pemain diaspora tersebut.

Di bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/26, sejumlah kontestan memang mendatangkan pemain diaspora muda untuk merumput di Tanah Air.

Sebut saja Persija yang resmi resmi mendatangkan Shayne Pattynama, Cyrus Margono dan Mauro Zijlstra (21 tahun), sementara Persib memulangkan Dion Markx (20 tahun) serta Ivar Jenner (22) yang bergabung ke Dewa United. Tiga nama terakhir merupakan anggota Timnas Indonesia U-22 di SEA Games Thailand 2025.

Akan tetapi, pengalaman pemain naturalisasi sebelumnya menunjukkan realitas berbeda. Rafael Struick (Dewa United) dan Jens Raven (Bali United) yang lebih dulu bergabung di BRI Super League sejak awal musim, justru minim menit bermain di klub masing-masing.

Padahal, di awal kedatangan mereka, klub sempat menjanjikan pengembangan potensi pemain muda tersebut. Sayagnya persaingan ketat membuat pelatih lebih memilih pemain yang dianggap paling siap secara performa.

Situasi ini lantas dikritisi oleh pelatih senior asal Malaysia yaitu Raja Isa. Pria yang dulu sempat bertugas di ISL bersama Persipura ini bilang potensi para pemain muda ini bisa terancam, apabila klub jarang memberi kesempatan tampil kepada pemain-pemain ini.

"Apakah pemain heritage muda Timnas Indonesia nanti dapat banyak menit bermain di Super League tetap tergantung pelatih dan kebutuhan tim," kata Raja Isa Raja Akram Syah kepada Bola.com.

Ia menambahkan kalau peluang bermain di Indonesia tetap lebih baik dibandingkan bertahan di Eropa. Akan tetapi zona nyaman yang tercipta di Tanah Air dikhawatirkan akan membuat para pemain ini menjadi stuck dan tidak berkembang.

"Saya tak tahu program dan rencana klub serta PSSI ke depan dengan memulangkan pemain naturalisasi ini di kompetisi Indonesia," sambung Isa.

"Tapi saya kira mereka akan berada di zona nyaman, mungkin juga nyaman karena dapat kontrak yang lebih bagus. Ini hal yang manusiawi."

"Jadi pemain naturalisasi muda Timnas Indonesia harus kerja keras dan siap kecewa jika tak sering tampil," tutup pelatih 60 tahun.

Artikel Tag: Timnas Indonesia

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru