Jacob Bank Kritik WBO atas Penetapan Penantang Wajib Janibek Alimkhanuly
Jacob Bank (kanan) berpose dengan Hamzah Sheeraz. (Foto: Fight TV)
Jacob Bank mengkritik keputusan WBO yang mengembalikan Janibek Alimkhanuly ke posisi kedua peringkat kelas menengah super sekaligus menetapkannya sebagai penantang wajib juara Hamzah Sheeraz.
Bank menilai keputusan tersebut memberikan pesan buruk bagi petinju yang berusaha menjaga olahraga tetap bersih.
Jacob Bank, petinju Denmark berusia 25 tahun, sedang menikmati perkembangan karier yang pesat.
Ia telah meraih tiga kemenangan sepanjang 2026 dan kini menempati peringkat keempat WBO. Target utamanya adalah mendapatkan kesempatan menghadapi Sheeraz.
Namun, peluang tersebut terancam setelah WBO mengembalikan Alimkhanuly ke peringkat kedua setelah sebelumnya menjalani hukuman terkait pelanggaran doping.
Mantan juara dunia IBF dan WBO kelas menengah itu langsung ditetapkan sebagai mandatory challenger Sheeraz.
Canelo Alvarez berada di peringkat pertama, tetapi diperkirakan keluar dari daftar setelah menghadapi juara WBC Christian Mbilli pada 31 Oktober.
Diego Pacheco berada di posisi ketiga, sementara Bank menempati peringkat keempat.
Jacob Bank mengaku masalah utamanya bukan semata-mata pemangkasan masa hukuman Alimkhanuly.
Ia justru mempertanyakan keputusan WBO yang langsung memberikan posisi penting kepada petinju tersebut setelah masa hukumannya berakhir.
“Entah Anda mendapat hukuman karena pelanggaran doping atau tidak. Mengubah durasi hukuman di tengah jalan sangat tidak biasa dan menimbulkan banyak pertanyaan,” kata Bank kepada The Ring.
Menurut Bank, Alimkhanuly seharusnya menjalani satu atau dua pertarungan terlebih dahulu setelah kembali bertanding untuk membuktikan bahwa dirinya telah kembali sebagai atlet yang bersih.
Ia menilai keputusan WBO justru membuat petinju yang pernah terkena hukuman mendapatkan jalan pintas menuju perebutan gelar dunia.
Bank juga mempertanyakan mengapa keputusan tersebut tidak mendapat sorotan lebih besar dari media tinju.
Meski kecewa, Bank dan timnya tetap berencana menutup tahun dengan satu pertarungan lagi.
Ia menyebut telah melakukan pembicaraan positif dengan Primetime Boxing, Spencer Brown, dan Gold Star Promotions, dengan kemungkinan pertandingan kembali digelar di luar Denmark.
Promotornya, Kasper Holgersen, juga menyampaikan kekecewaan terhadap perlakuan WBO kepada Bank. Menurutnya, ini bukan pertama kalinya petinjunya merasa dilewati oleh badan tinju tersebut.
Holgersen mengingat ketika Sheeraz memperebutkan gelar WBO yang lowong.
Hanya dua hari setelah Bank menghentikan William Scull pada 31 Januari, WBO mengumumkan pertarungan Sheeraz melawan Alem Begic. Duel tersebut baru berlangsung pada 23 Mei.
Holgersen menilai Bank selama ini telah mengikuti jalur WBO dengan memenangkan sejumlah gelar regional dan terus naik peringkat secara bertahap.
Karena itu, ia menganggap keputusan terbaru WBO sangat mengecewakan.
“Memulangkan seorang petinju setelah menjalani hukuman adalah satu hal. Namun, mengurangi hukuman doping yang mereka jatuhkan sendiri lalu langsung memberinya status mandatory adalah pesan yang keliru,” ujar Holgersen.
Artikel Tag: Janibek Alimkhanuly, Hamzah Sheeraz