☰
Kanal
✕

Joachim Andersen Desak Denmark Tampil Lebih Sinis Lawan Wales

Penulis: Fery Andriyansyah
04 Okt 2026, 12:30 WIB

Joachim Andersen meminta Denmark memperbaiki kualitas pertahanan menjelang laga krusial UEFA Nations League. (Foto: Sebastian Elias Uth / Ritzau Scanpix / AFP via Getty Images)

Berita Sepak Bola: Bek tengah Fulham, Joachim Andersen, menegaskan bahwa Denmark harus segera membenahi lini pertahanan mereka setelah kebobolan 15 gol dalam tujuh pertandingan terakhir. Teguran keras tersebut dilontarkan sang pemain bertahan menjelang laga penting UEFA Nations League menghadapi Wales di Cardiff pada Senin (5/10/2026) dini hari WIB.

Dalam lima dari tujuh laga terakhir tersebut, skuad Denmark selalu tertinggal lebih dulu pada 15 menit pertama. Situasi buruk itu membuat langkah tim menjadi sangat sulit saat berhadapan dengan lawan-lawan seperti Belarusia, Skotlandia, Republik Ceko, Norwegia, hingga Portugal.

Kekalahan 2-4 dari Portugal pada pertandingan sebelumnya semakin mempertegas kelemahan lini belakang Denmark. Joachim Andersen mengaku sangat menyesalkan kesalahan berulang yang seharusnya bisa dihindari oleh para pemain bertahan saat menguasai bola di area pertahanan sendiri.

"Gol pertama Portugal mengingatkan saya pada gol pertama Norwegia, dan sungguh mengesalkan bagi saya bahwa kami kebobolan gol-gol seperti itu. Itu adalah kesalahan yang sangat mudah dihindari," kata Andersen saat diwawancarai oleh media asal Denmark, bt.dk.

"Anda hanya harus menendang bola sejauh mungkin daripada mencoba memainkannya keluar dua atau tiga kali," ujar bek yang merumput di ajang Premier League tersebut menambahkan kekecewaannya.

Joachim Andersen menuntut perubahan pendekatan taktikal dari rekan-rekannya agar bisa bermain lebih cerdik dan tak ragu melakukan tindakan taktis demi menyelamatkan tim dari bahaya serangan balik lawan.

"Kita bisa menjadi sedikit lebih pintar pada beberapa kesempatan mengenai melakukan pelanggaran lebih tinggi di lapangan. Menjadi sedikit lebih sinis," kata Andersen saat membeberkan masukannya.

"Kami harus rela menerima kartu kuning sesekali. Ketika Anda bermain satu lawan satu, Anda tidak selalu memenangkan duel Anda. Jadi Anda harus melakukan pelanggaran agar tim dapat mundur dan mengatur ulang barisan," tutur sang pemain melengkapi penjelasannya.

Denmark sempat menyamakan kedudukan sepuluh menit setelah tertinggal pada menit ke-13 saat melawan Portugal, namun pertahanan mereka kembali goyah dua menit berselang. Pertandingan tandang menghadapi Wales di Cardiff akan menjadi ujian berat berikutnya bagi efektivitas perbaikan pertahanan skuad Tim Dinamit.

Artikel Tag: Denmark, Wales, UEFA Nations League, Joachim Andersen

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru