Joan Mir: Tantangan di Honda dan Masa Depan di MotoGP
Joan Mir: Tantangan di Honda dan Masa Depan di MotoGP - sumber: (motorsport)
Berita MotoGP: Joan Mir, juara Moto3 tahun 2017, telah melalui perjalanan yang tidak lazim di MotoGP. Setelah menempati peringkat keenam di musim tunggal Moto2, Mir menghadapi tahun rookie yang kurang menonjol di Suzuki pada 2019 akibat cedera. Namun, tak disangka-sangka, ia berhasil meraih gelar juara pada tahun berikutnya di tengah kalender yang dirombak akibat pandemi COVID-19 dan cedera Marc Marquez.
Pada tahun 2022, keputusan mengejutkan Suzuki untuk mundur dari MotoGP membuat Mir bergabung dengan Honda sebagai rekan setim Marquez. Saat ini, ia tengah melewati musim keempatnya bersama pabrikan Jepang itu, mungkin juga yang terakhir. Kesulitan yang dialami Honda belakangan ini membuat Mir meragukan kemampuannya sendiri, bahkan sempat mempertimbangkan untuk berhenti di musim 2023. Namun, ia berhasil bertahan dan memperpanjang kontraknya dengan harapan untuk terus bersaing di lintasan.
Grand Prix Prancis menjadi cerminan dari tren awal musim ini: Mir tampil sebagai penampil terbaik Honda, bertahan di posisi keenam sebelum mengalami kecelakaan. Dalam 10 kali start, termasuk balapan sprint dan grand prix Minggu, Mir sudah terjatuh enam kali. Masalah teknis di Thailand juga menambah catatan buruknya, membuat balapan di Jerez menjadi satu-satunya saat ia mencapai garis finis dalam ajang utama.
Dalam wawancara dengan Motorsport.com Prancis di Le Mans, Joan Mir membahas situasi terkini di Honda, pendekatan pribadinya, agresivitas di lintasan, dan potensi kebangkitannya pada 2027, mungkin dengan warna baru. Ia menilai potensi Honda masih ada meski harus menghadapi dominasi Ducati dan Aprilia. Menurut Mir, risiko tinggi dalam balapan sering kali membuatnya terjatuh, namun ia merasa perlu belajar untuk lebih mengatur keseimbangan.
Mengenai perkembangan motor, Mir mengakui ada perbaikan dengan adanya lebih banyak teknisi asal Eropa di tim, meski belum cukup untuk menyaingi pabrikan Eropa. Ia mengungkapkan bahwa keputusan masa depannya dengan Honda belum bulat, tetapi ia akan mengikuti apa yang diinginkannya. Tantangan yang dihadapi Honda selama bertahun-tahun membuat Mir sadar betapa sulitnya menciptakan perubahan besar dalam waktu singkat. Namun, ia tetap optimis bahwa kerja keras akan membuahkan langkah maju yang signifikan.
Dalam penutupnya, Mir berbagi pandangan tentang peran pembalap dalam pengembangan motor. Menurutnya, tugas utama pembalap adalah memberikan masukan tentang apa yang dirasakan di atas motor, sementara solusi untuk membuat motor lebih cepat merupakan tanggung jawab tim teknis. Meski tantangan besar menghadang, semangat Joan Mir untuk berkompetisi di MotoGP tetap berkobar, menantikan hari di mana ia bisa kembali ke podium secara konsisten.
Artikel Tag: joan mir