Kanal

Jonny Mansour dan Julius Ballo Bawa Nama Chaldean di Panggung Detroit

Penulis: Hanif Rusli
29 Agu 2026, 20:23 WIB

Jonny Mansour (kiri) dan Julius Ballo diapit pelatih mereka di Bomber Squad Boxing Academy. (Foto: Fight TV)

Sepupu sekaligus petinju prospek Jonny Mansour dan Julius Ballo akan menjalani pertarungan yang memiliki arti lebih besar daripada sekadar melanjutkan perjalanan karier mereka.

Keduanya akan tampil di Fox Theater, Detroit, Sabtu (29/8) malam, dengan membawa identitas komunitas Chaldean ke atas ring.

Detroit dikenal sebagai kota dengan komunitas Chaldean terbesar di Amerika Serikat.

Mansour dan Ballo, yang sama-sama memiliki keturunan Chaldean, mendapat kesempatan tampil di hadapan komunitas mereka dalam satu kartu pertarungan yang dipromotori Salita Promotions.

Mansour (7-0, 2 KO) akan menghadapi Richard Segura (7-0-1, 2 KO) dalam pertarungan kelas ringan delapan ronde sebagai co-main event. Sementara itu, Ballo (3-0) dijadwalkan melawan Julian Gomez-Clemons (2-1, 2 KO) dalam duel kelas bulu enam ronde.

Pertarungan mereka menjadi bagian dari kartu yang menampilkan duel utama kelas berat antara Brandon Moore dan mantan penantang gelar dunia Bryant Jennings.

Bagi Mansour, kesempatan bertarung di Detroit merupakan momen penting untuk mewakili komunitas yang selama ini memberikan dukungan terhadap kariernya.

Petinju berusia 26 tahun itu mengatakan dukungan masyarakat Irak dan Chaldean menjadi salah satu alasan dirinya mampu berkembang sebagai petinju profesional.

Mansour dan Ballo juga memiliki basis penggemar yang terus berkembang.

Keduanya berlatih bersama di Bomber Squad Boxing Academy di El Cajon, California, dan sebelumnya tampil sebagai headliner dalam satu kartu di Oceanside pada April lalu yang dihadiri hampir 5.000 penonton.

Jonny Mansour bahkan memiliki ambisi lebih besar. Setelah pernah mewakili Amerika Serikat selama empat tahun di level amatir, ia mempertimbangkan untuk membela Irak pada Olimpiade 2028.

Ia juga berambisi menjadi petinju pertama dari Irak yang merebut gelar juara dunia.

"Saya tidak terburu-buru menjadi juara dunia, tetapi saya ingin terus meningkatkan level lawan," kata Mansour. Ia juga berharap suatu hari dapat tampil sebagai petinju utama di MGM Grand, Las Vegas.

Perjalanan Mansour turut didorong keinginan menghormati mendiang ibunya, Bushra Ballo Mansour, yang meninggal pada Mei 2025 dalam usia 52 tahun.

Jonny Mansour pernah mendedikasikan kemenangan profesionalnya untuk sang ibu dan berjanji akan menjadi juara dunia.

Sementara itu, Julius Ballo menilai kesempatan tampil bersama sepupunya menjadi bentuk kebanggaan tersendiri bagi komunitas mereka.

"Ketika kami menang, mereka semua ikut menang," ujar Julius Ballo. Menurutnya, dukungan komunitas menjadi bagian penting dari perjalanan mereka di dunia tinju profesional.

Dengan dukungan tersebut, Mansour dan Ballo kini berusaha menjadikan pertarungan di Detroit sebagai langkah berikutnya menuju karier yang lebih besar sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan komunitas Chaldean melalui olahraga tinju.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru