Jorge Lorenzo Sebagai Pelatih Dinilai Gagal Atasi Masalah Maverick Vinales
Jorge Lorenzo dan Maverick Vinales
Berita MotoGP: Performa Maverick Vinales pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand memicu kritik. Upaya Jorge Lorenzo sebagai pelatih balap pribadi dinilai belum mampu memperbaiki inkonsistensi Vinales.
Penampilan Maverick Vinales pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand menuai sorotan tajam. Pembalap Tech3KTM tersebut gagal memenuhi ekspektasi tinggi yang muncul setelah menjalani program latihan intensif bersama legenda MotoGP, Jorge Lorenzo.
Sebelum musim dimulai, sejumlah pihak di internal KTM bahkan memperkirakan Vinales bisa menjadi pembalap utama tim dan menyaingi performa Pedro Acosta.
Namun kenyataannya berbeda. Pada akhir pekan balapan di Buriram, Vinales justru tampil jauh dari harapan dan gagal meraih poin.
Sebaliknya, Pedro Acosta tampil impresif dengan memenangkan Sprint Race serta meraih podium pada balapan utama. Hasil tersebut membuat pembalap muda Spanyol itu langsung memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.
Performa Vinales yang mengecewakan pun mendapat komentar dari mantan bos tim MotoGP, Livio Suppo.
Dalam wawancara dengan Motosprint, Suppo menyebut Vinales sebagai salah satu pembalap yang paling mengecewakan pada seri pembuka musim ini.
"Meski sudah menjalani ribuan jam latihan selama musim dingin dan mendapat bantuan dari Jorge Lorenzo, akhir pekannya benar benar buruk," kata Suppo.
Ia menilai metode latihan yang diberikan Lorenzo sejauh ini belum berhasil memperbaiki masalah utama Vinales, yakni inkonsistensi performa.
"Maverick sudah lama berada di MotoGP dan selama ini sering bergantian antara penampilan luar biasa dan performa yang sangat buruk. Untuk saat ini, solusi dari Jorge belum berhasil," ujarnya.
Vinales sendiri mengaku sangat kecewa dengan hasil di Thailand. Ia bahkan menyebut tidak ada hal yang bisa dilakukan Lorenzo untuk memperbaiki situasi saat balapan berlangsung.
Sebagai langkah perbaikan, Vinales berencana menggunakan konfigurasi motor yang sama dengan Pedro Acosta pada seri berikutnya di Brasil.
Keputusan tersebut diambil untuk melihat apakah motor KTM RC16 yang dikembangkan dengan gaya balap Acosta bisa membantu meningkatkan performanya.
Musim MotoGP 2026 masih panjang dengan lebih dari 20 seri tersisa. Vinales masih memiliki cukup waktu untuk membuktikan bahwa ia mampu kembali bersaing di papan atas.
Artikel Tag: Jorge Lorenzo, Maverick Vinales, ktm, Tech3, MotoGP 2026