Kartu Merah Kalulu Bisa Jadi Pemicu Aturan VAR Baru di Piala Dunia 2026
Kartu Merah Kalulu Bisa Jadi Pemicu Aturan VAR Baru di Piala Dunia 2026 - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia – Drama panas Derby d’Italia rupanya berbuntut panjang. Setelah insiden kontroversial di laga Inter Milan kontra Juventus akhir pekan lalu, badan pengatur hukum permainan sepak bola dunia, IFAB, dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan besar terkait aturan penggunaan VAR. Langkah ini bisa terealisasi tepat waktu sebelum Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Utara.
Derby sarat gengsi di Giuseppe Meazza itu berakhir dengan kemenangan Inter 3-2. Gol bunuh diri Andrea Cambiaso serta torehan Pio Esposito dan Piotr Zielinski menjadi penentu kemenangan skuad asuhan Simone Inzaghi. Namun, pesta Nerazzurri diwarnai perdebatan setelah bek Juventus, Pierre Kalulu, diusir wasit pada menit ke-42 usai menerima dua kartu kuning.
Kartu kuning pertama Kalulu diberikan akibat pelanggaran terhadap Nicolo Barella, yang dinilai masih bisa ditolerir. Namun, kartu kuning keduanya justru memancing hujan kritik. Media Italia menilainya sebagai keputusan “absurd” lantaran insiden tersebut diyakini berawal dari aksi jatuh Alessandro Bastoni yang dianggap berlebihan. Masalahnya, karena pelanggaran itu tidak tergolong kartu merah langsung, teknologi VAR tak bisa memberi intervensi untuk meninjau ulang keputusan sang pengadil lapangan, Federico La Penna.
Situasi itu membuat IFAB kembali mengkaji ruang lingkup kewenangan VAR. Berdasarkan laporan dari media terkemuka Italia, pembahasan tentang kemungkinan VAR turun tangan dalam kasus kartu kuning kedua sudah sempat dibahas pada rapat IFAB tanggal 20 Januari lalu. Isu ini akan kembali dimatangkan dalam sidang tahunan di Cardiff, Wales, pada 28 Februari mendatang.
Sinyal yang berhembus mengindikasikan bahwa IFAB cenderung menyetujui perluasan otoritas VAR tersebut. Bila disepakati, perubahan besar ini bisa langsung diterapkan pada Piala Dunia 2026. Dengan demikian, insiden seperti kartu merah tidak langsung akibat dua pelanggaran ringan bisa lebih objektif ditinjau ulang lewat bantuan teknologi—sebuah langkah maju demi menjaga keadilan di atas lapangan hijau.
Artikel Tag: Inter Milan