Kenang Baresi, Dejan Savicevic: Kapten yang Yakinkan Saya Tetap di Milan
Dejan Savicevic
Berita Liga Italia: Legenda AC Milan, Dejan Savicevic, mengenang momen bersama mendiang Franco Baresi, termasuk bagaimana sang kapten membujuknya untuk bertahan di klub.
Legenda AC Milan, Dejan Savicevic, memberikan kesaksian emosional tentang mendiang Franco Baresi dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport. Mantan bintang asal Montenegro itu mengenang Baresi tidak hanya sebagai rekan setim, tetapi juga kapten besar yang berperan penting dalam kariernya di Rossoneri.
"Saya ingin pergi, dan dia berkata kepada saya: 'Tapi ke mana kamu mau pergi? Kita di Milan, di mana kamu akan merasa lebih baik?' Dan dia berkata: 'Jangan marah, jangan menyerah,'" kenang Savicevic.
Hubungan keduanya terbangun sejak pertama kali bertemu di Piala Eropa 1988, dan Savicevic mengakui Baresi adalah pemain terbaik yang pernah dilihatnya, bahkan melampaui Franz Beckenbauer.
Savicevic juga menyoroti ketidakadilan atas absennya Baresi dalam perebutan Ballon d'Or, menyebutnya sebagai aib. "Hanya pemain Belanda yang menang. Rijkaard selalu finis di depannya... Dengan segala hormat kepada Rijkaard, Baresi adalah fenomena,"
Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengenang momen spesial gol Baresi ke gawang Padua di usia 35 tahun yang memperlihatkan kegembiraan layaknya anak kecil yang mendapat mainan baru.
Eks pemain nomor 10 itu berencana menghadiri pemakaman Baresi yang digelar di Basilika Sant'Ambrogio pada Selasa mendatang.
Savicevic pun mempertanyakan mengapa upacara tidak digelar di Duomo, mengingat status Baresi sebagai ikon kota. Pemakaman diprediksi akan dihadiri ribuan penggemar yang ingin memberi penghormatan terakhir kepada kapten abadi Milan.
Artikel Tag: AC Milan, Franco Baresi, Dejan Savicevic