Kanal

Kesalahan Prosedur Penyebab Penalti GP Inggris Quartararo

Penulis: Gasti Lailasari
14 Agu 2026, 18:45 WIB

Kesalahan Prosedur Penyebab Penalti GP Inggris Quartararo - sumber: (motorsport)

Berita MotoGP kembali diwarnai dengan insiden yang menimpa Fabio Quartararo di Grand Prix Inggris pekan lalu. Pembalap Yamaha ini harus menerima kenyataan pahit setelah kehilangan poin yang awalnya ia peroleh, terlempar ke posisi 16 dengan penalti 16 detik. Biasanya, hukuman ini diberikan jika seorang pembalap tidak menyelesaikan cukup putaran dengan tekanan ban di atas level yang ditentukan oleh Michelin demi alasan keselamatan, namun pelanggaran ini bukan penyebab di hari Minggu itu.

Penalti yang diterima Quartararo berasal dari masalah teknis terkait sistem pemantauan tekanan ban (TPMS) yang tidak mencatat pembacaan sensor tekanan ban depannya. Keputusan pengawas menyatakan bahwa "ID sensor tidak tercatat dalam basis data penerima". Situasi ini muncul akibat kesalahan prosedural yang dilakukan tim Quartararo sebelum balapan dimulai.

Masalah Teridentifikasi Saat Balapan

Selama balapan berlangsung, data dari sensor tekanan ban depan motor Quartararo tidak ditransmisikan secara real-time kepada penyelenggara kejuaraan. Danny Aldridge, direktur teknis MotoGP, meminta OnRace Motorsports untuk menganalisis masalah ini setelah balapan selesai. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sensor berfungsi dengan baik, tetapi tidak ada komunikasi antara sistem yang terpasang pada motor dan ECU motor yang terhubung dengan sistem kejuaraan saat balapan.

Sensor Tidak Terdaftar di Penerima

Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa sumber masalah berasal dari tidak terdaftarnya sensor yang dipasang pada pelek motor Quartararo dalam daftar sensor yang disimpan di memori penerima. Walaupun sensor berfungsi dengan baik, penerima tidak dapat mengenalinya dan tidak dapat menerima datanya. Hal ini menjadi tanggung jawab Yamaha karena merupakan pelanggaran terhadap regulasi.

Sistem yang Dirancang untuk Mencegah Penalti Tidak Terjustifikasi

Kegagalan sensor atau sistem TPMS tidak otomatis berujung pada penalti bagi pembalap atau tim. Prosedur yang ada bertujuan untuk memastikan apakah kekurangan data disebabkan oleh masalah teknis atau kesalahan konfigurasi, setelah dilakukan verifikasi. Dokumentasi teknis yang disediakan kepada produsen menjelaskan prosedur yang harus diikuti, termasuk daftar otorisasi yang memuat identifikasi sensor yang ditugaskan untuk roda depan dan belakang.

Tanggung jawab produsen meliputi pendaftaran identifikasi sensor yang benar dalam daftar izin, serta pemeriksaan rutin kondisi baterai sensor dan tingkat tegangan untuk memastikan fungsinya hingga balapan selesai. Jika sensor tidak berfungsi selama sesi latihan atau balapan, penyelidikan akan dilakukan untuk menentukan penyebabnya. Apabila sensor berfungsi dengan benar namun tidak terdaftar di penerima, ini merupakan kesalahan konfigurasi yang dapat dikaitkan dengan tim.

Dengan insiden ini, penting bagi semua tim untuk lebih cermat dalam mempersiapkan konfigurasi teknis guna menghindari penalti serupa di masa mendatang.

Artikel Tag: Fabio Quartararo

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru