Kanal

Klaim Alexander Zverev Usai Hindari Jannik Sinner Di Paris

Penulis: Dian Megane
11 Jun 2026, 20:36 WIB

Alexander Zverev [image: AP]

Berita Tenis: Alexander Zverev melontarkan pernyataan berani tentang Jannik Sinner setelah French Open, mengakui bahwa petenis berkebangsaan Italia tidak memberinya kesempatan untuk bernapas.

Setelah bermusim-musim hampir berhasil, petenis berkebangsaan Jerman akhirnya memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open musim 2026 usai menumbangkan petenis berkebangsaan Italia, Flavio Cobolli di final dengan lima set.

Namun, bahkan saat merayakan puncak kariernya di French Open, petenis berusia 29 tahun melontarkan komentar jujur tentang petenis peringkat 1 dunia, Sinner dan petenis lain, yang kembali memunculkan pernyataan yang telah menuai kecaman dari penggemar dan analis.

Dalam wawancara baru-baru  ini dengan pihak ATP, Zverev mengatakan, “Ia memang petenis terbaik. Maksud saya, apa yang ingin anda inginkan untuk saya katakan? Ia tidak membiarkan anda bernapas. Ia tidak memberi anda kesempatan untuk masuk ke dalam pertandingan. Ia menyerang anda dengan sangat, sangat cepat.”

“Di Madrid, saya masih baik-baik saja, saya merasa saya bermain dengan baik. Saya merasa saya tidak bermain dengan begitu baik melawan Jannik.”

Meskipun ia penuh pujian untuk Sinner, ia memilih untuk kembali memancing kontroversi dengan membandingkan petenis berkebangsaan Italia dengan petenis lain. Klaimnya sebelumnya bahwa ada "kesenjangan" antara petenis berkebangsaan Italia dan semua petenis lain, sambil menempatkan dirinya bersama Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic tepat di belakang petenis berkebangsaan Italia, telah menuai banyak kecaman.

“Saya merasa nyaman menghadapi semua orang, kecuali Jannik,” aku Zverev. “Dan itulah cerita yang saya alami di sepanjang musim sampai sejauh ini. Pada dasarnya seorang petenis di turnamen, tetapi bagi saya, untungnya, saya tidak harus menghadapinya di sini.”

Di French Open, Sinner kalah dari petenis berkebangsaan Argentina, Juan Manuel Cerundolo setelah sakit secara fisik di set ketiga.

Setelah kemenangan di babak pertama, ia tampil di acara “The MacZone” bersama John dan Patrick McEnroe. Ketika topik tentang komentarnya baru-baru ini mengenai turnamen ATP muncul, ia membantah kritik yang salah menafsirkan pernyataannya baru-baru ini.

“Saya mendapat banyak masalah ketika saya mengatakan bahwa saya merasa Jannik adalah yang terbaik, kemudian Carlos, Novak, dan saya selangkah di belakangnya. Yang saya maksud adalah, pada saat itu, itu memang benar karena Carlos cedera dan Novak belum bermain sejak Indian Wells. Jadi, begitulah keadaannya. Dari segi karier, saya tidak mengatakan bahwa saya sudah sampai di sana. Saya tidak membandingkan diri saya dengan mereka, saya bukan orang bodoh,” jelas Zverev.

Sementara itu, Gelar French Open yang ia menangkan menghapuskan label "petenis terbaik yang belum pernah memenangkan gelar Grand Slam", tetapi rekam jejak Grand Slam dan rekor head to head-nya masih jauh tertinggal dari para elit turnamen. Alcaraz, pada usia 23 tahun telah mengantongi tujuh gelar Grand Slam. Sinner telah merebut empat gelar Grand Slam sejak musim 2024, sementara 24 gelar Grand Slam dan 40 gelar Masters Djokovic mengukuhkannya sebagai petenis terbaik sepanjang masa (GOAT) secara statistik.

Namun, Zverev percaya Sinner adalah satu-satunya kelemahan terbesarnya. Tetapi ia tetap bersemangat untuk menghadapinya ketika taruhannya paling tinggi.

“Bukan berarti saya tidak ingin bertanding melawannya,” Zverev mengklarifikasi. “Saya ingin bertanding melawannya di momen-momen terbesar dan pertandingan-pertandingan terbesar. Saya harap kami akan saling berhadapan di Wimbledon.”

Artikel Tag: Novak Djokovic, French Open, alexander zverev, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru