Kritisi Penjadwalan Derby Roma, Sarri Akui Provokatif
Maurizio Sarri
Berita Liga Italia: Maurizio Sarri tidak segan mengecam Lega Serie A setelah pertandingan antara AS Roma melawan Lazio dilangsungkan di tengah hari pada Minggu (17/05) siang waktu setempat. Sang pelatih menjelaskan ancamannya untuk tidak menghadiri pertandingan tersebut dan mengakui bahwa dirinya provokatif sembari menyebut bahwa petinggi Serie A tidak tahu apapun tentang sepak bola.
Pengaturan jadwal pertandingan derby della capitale antara AS Roma melawan Lazio merupakan mimpi buruk karena alasan keamanan dan juga di waktu bersamaan ada pertandingan final tunggal putra Italian Open di Foro Italico, yang berada dalam kompleks yang sama dengan Stadio Olimpico.
Pada Kamis lalu akhirnya diputuskan bahwa kick-off pertandingan dilangsungkan tidak di jam biasanya yakni di tengah hari waktu setempat yang membuat Maurizio Sarri murka dan mengancam untuk tidak hadir jika dimainkan di waktu tersebut namun ia akhirnya muncul di laga tersebut dan menjelaskan alasannya.
“Saya hanya bersikap provokatif, saya tidak akan pernah meninggalkan pemain saya sendirian,” klarifikasi Sarri kepada DAZN Italia.
“Saya hanya mencoba menunjukkan bahwa Lega Serie A tidak melakukan pekerjaan yang baik dalam menangani produk sepak bola Italia. Ini adalah hari di mana lima tim memainkan pertandingan yang bernilai €90 juta untuk masa depan mereka, ini bisa meningkatkan profil kita di panggung dunia, tetapi kami malah bermain di siang hari.”
Sang pelatih memulai karienya di divisi yang lebih rendah hingga akhirnya berkarier di Serie A, jadi dia lebih tahu daripada kebanyakan orang tentang perjuangan sepak bola akar rumput.
“Kami memiliki dua derbi Roma, keduanya dimainkan pada waktu terpanas di siang hari. Anda lihat liga Primavera, mereka bermain di tengah hari atau bahkan jam 11 pagi, tidak ada yang mau masuk ke lapangan, apalagi ke tribun, mereka kepanasan,” lanjutnya.
“Saya hanya berbicara untuk kebaikan sepak bola, kami harus menjaga kebaikan Lazio, saya sama sekali tidak mengatakan bahwa ketika kami tampil buruk, itu salah Lega Serie A, namun jelas kami melihat bahwa tidak adanya ketidakmampuan untuk menyelenggarakan sepak bola pekan ini.
“Terlalu banyak ahli politik yang terlibat dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup memadai tentang olah raga itu sendiri. Apabila anda berbicara dengan orang-orang ini, maka anda akan menyadari bahwa mereka tidak pernah merasakan aroma rumput.
“Mereka tidak tahu bahwa bermain sepak bola di malam hari dan bermain di siang hari bukanlah hal yang sama. Jadi saya ingin melihat lebih banyak ahli di bidang sepak bola dan lebih sedikit ahli di bidang politik.”
Sementara itu, ultras Biancocelesti melanjutkan boikot mereka terhadap pertandingan kandang, dengan menampilkan spanduk di Curva Sud yang bertuliskan: ‘Martabat dan rasa hormat lebih berharga daripada sebuah derbi.’