Kanal

Lawrence Okolie Pertahankan Sabuk Minor WBC Lawan Tony Yoka Pada 25 April

Penulis: Hanif Rusli
04 Mar 2026, 21:03 WIB

Lawrence Okolie (kiri) dan Tony Yoka berpose dengan latar belakang Menara Eiffel. (Foto: AP)

Lawrence Okolie mengaku berada dalam kondisi terbaiknya jelang pertarungan penting melawan Tony Yoka di Paris, Prancis, pada 25 April mendatang.

Duel kelas berat ini menjadi ujian serius bagi keduanya, yang sama-sama berambisi kembali ke jalur perebutan gelar dunia.

Okolie (23-1, 17 KO) akan mempertaruhkan sabuk minor WBC miliknya dalam laga yang dipromotori Queensberry dan disiarkan DAZN.

Sabuk tersebut ia raih lewat kemenangan KO ronde pertama atas Hussein Muhamed pada Desember 2024, sebelum mempertahankannya dengan kemenangan angka atas Kevin Lerena dalam partai tambahan Usyk-Dubois II pada Juli tahun lalu.

Dalam konferensi pers perdana di Paris, suasana sempat memanas.

Okolie menyoroti komentar Yoka yang berterima kasih kepada promotor dan penyiar tanpa menyebut namanya sebagai pemberi kesempatan.

Yoka pun membalas dengan menyatakan akan berterima kasih setelah merebut sabuk tersebut.

Bagi Lawrence Okolie, duel ini menjadi langkah lanjutan dalam kariernya di kelas berat setelah sebelumnya sukses sebagai juara dunia WBO kelas penjelajah.

Ia menyadari penampilannya di divisi baru belum sepenuhnya meyakinkan, namun tetap percaya diri.

“Saya merasa paling kuat, paling eksplosif, dan paling nyaman di kelas berat,” ujar Lawrence Okolie.

Ia menambahkan bahwa masih ada waktu delapan hingga sembilan pekan untuk mencapai kondisi ideal.

Saat mengalahkan Ebenezer Tetteh pada Desember lalu, bobotnya mencapai 271,25 pound, angka terberat sepanjang kariernya.

Sementara itu, Tony Yoka (15-3, 12 KO) melihat pertarungan ini sebagai kesempatan emas untuk menghidupkan kembali kariernya.

Juara Olimpiade tersebut sempat mengalami tiga kekalahan beruntun antara 2022 hingga 2023, termasuk dari Martin Bakole dan Carlos Takam.

Kekalahan dari Ryad Merhy juga sempat memunculkan tanda tanya atas konsistensinya di level elite.

Kini berlatih di London di bawah arahan Don Charles, Yoka merasa lebih matang dan siap menghadapi tantangan terbesar di kelas berat.

Ia menilai Okolie sebagai lawan sepadan yang tidak menghindari pertarungan besar.

“Ini pertarungan yang kami bicarakan sebelumnya, dan saya menghormatinya karena tidak menghindar,” kata Yoka.

Pertarungan ini menjadi duel “menang lanjut” bagi kedua petinju.

Lawrence Okolie berharap kemenangan akan membawanya lebih dekat ke peluang perebutan gelar dunia di divisi kedua sepanjang kariernya.

Sebaliknya, Tony Yoka membutuhkan kemenangan untuk membuktikan dirinya masih relevan dalam persaingan kelas berat.

Selain laga Okolie-Yoka, kartu yang sama juga menampilkan pertarungan eliminator gelar dunia kelas menengah junior antara Bakary Samake (19-0, 11 KO) dan Ermal Hadribeaj (22-0-1, 8 KO).

Pemenang duel tersebut berpeluang mendekati sabuk milik Sebastian Fundora yang akan dipertahankan bulan depan.

Dengan latar belakang prestasi dan ambisi besar di kedua sudut ring, duel 25 April diprediksi menjadi salah satu penentu arah persaingan kelas berat Eropa tahun ini.

Artikel Tag: Tony Yoka, Lawrence Okolie, Martin Bakole

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru