Liam Rosenior Ancam Coret Pemain Indisipliner
Liam Rosenior tegas soal kartu merah Chelsea. (Foto: Darren Walsh/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Liam Rosenior mengambil sikap tegas menyusul buruknya catatan disiplin Chelsea musim ini. The Blues kembali mendapat sorotan setelah Pedro Neto diusir wasit saat kalah 1-2 dari Arsenal di Premier League, Ahad (1/3). Dua kartu kuning cepat—masing-masing karena protes dan pelanggaran terhadap Gabriel Martinelli—membuat Chelsea harus bermain dengan 10 orang.
Itu menjadi kartu merah ke-10 Chelsea musim ini di semua kompetisi, termasuk kartu merah yang diterima mantan pelatih kepala Enzo Maresca saat menghadapi Liverpool. Angka tersebut menyamai rekor terbanyak kartu merah yang pernah dikumpulkan klub Premier League dalam satu musim, padahal kompetisi masih menyisakan lebih dari dua bulan.
Pekan sebelumnya, Wesley Fofana juga diusir saat menghadapi Burnley. Total sudah sembilan pemain berbeda The Blues menerima kartu merah musim ini. Situasi ini membuat Liam Rosenior mengakui adanya masalah mendasar dalam hal disiplin dan protes berlebihan terhadap wasit.
Dalam konferensi pers terbaru, Rosenior tidak menutup-nutupi kekesalannya. “Itu harus membaik,” tegasnya ketika ditanya soal apa yang disampaikan para pemain terkait masalah disiplin.
Ia bahkan mengisyaratkan perubahan dalam pemilihan pemain. “Hal pertama adalah Anda memilih pemain yang menunjukkan perbaikan. Saya tidak bisa menjalani satu musim dengan kartu merah setiap dua atau tiga pertandingan. Itu tidak mungkin. Saya harus melihat peningkatan.”
Rosenior menambahkan bahwa keputusan susunan pemain ke depan akan mempertimbangkan aspek tersebut. “Saya perlu menyesuaikan pemilihan tim berdasarkan siapa yang menunjukkan kemampuan itu. Pedro sudah meminta maaf kepada tim. Kami kehilangan dia untuk laga Rabu melawan Aston Villa.”
Pelatih kepala Chelsea itu menegaskan persoalan ini bukan hanya soal Neto. “Saya perlu melihat perubahan perilaku sekarang. Ini bukan hanya Pedro. Kami mendapat kartu karena protes. Kami mendapat kartu yang tidak perlu karena pelanggaran yang seharusnya bisa dihindari.”
Ia menutup dengan pesan tegas. “Jika kami ingin berkembang dan mencapai target, kami harus mengambil langkah sadar sekarang agar ini tidak terjadi lagi.”
Dengan laga penting melawan Aston Villa di depan mata dalam perebutan tiket Liga Champions, Chelsea tak lagi punya ruang untuk kesalahan sendiri. Disiplin bisa menjadi penentu apakah mereka bangkit atau justru kembali terpeleset.
Artikel Tag: Chelsea, Liam Rosenior