Kanal

LIV Golf Masuki Era Baru, Nick Faldo Prediksi Masa Depan yang Suram

Penulis: Abdi Ardiansyah
27 Agu 2026, 15:15 WIB

Nick Faldo

Berita Golf - Nick Faldo menilai masa depan LIV Golf berada dalam situasi yang tidak menentu setelah musim 2026 berakhir di Indianapolis. Legenda golf asal Inggris itu bahkan meragukan apakah proyek LIV Golf 2.0 mampu bertahan lama setelah perubahan besar dalam struktur pendanaan dan kompetisinya.

Musim 2026 menjadi penutup sebuah era bagi LIV Golf. Turnamen terakhir di Indianapolis berlangsung di tengah spekulasi mengenai masa depan liga yang sejak 2022 menjadi pesaing utama PGA Tour.

Sejumlah kejadian di Indianapolis turut memperlihatkan ketidakpastian tersebut. Jon Rahm menghindari pertanyaan mengenai masa depannya, Tyrrell Hatton terlihat terburu buru meninggalkan lokasi, sementara Bryson DeChambeau berusaha menunjukkan keyakinan terhadap kelanjutan proyek LIV Golf.

Perubahan besar terjadi setelah Public Investment Fund Arab Saudi dipastikan tidak lagi memberikan pendanaan kepada LIV Golf setelah musim 2026. CEO LIV Golf Scott O'Neil kemudian berusaha meyakinkan publik bahwa liga tersebut tetap memiliki masa depan melalui konsep LIV Golf 2.0.

Format baru itu akan memiliki jadwal lebih pendek, hadiah yang lebih kecil dan memberikan peran lebih besar kepada pemain dalam pengelolaan liga. O'Neil juga menyebut pihaknya telah mendapatkan dukungan dari investor eksternal untuk membantu keberlangsungan kompetisi.

Namun, Faldo melihat prospek tersebut dengan skeptis. Enam kali juara major itu menilai jumlah pemain yang ingin meninggalkan LIV Golf justru tampak lebih banyak dibandingkan calon pemain yang ingin bergabung.

“Dari luar, terlihat lebih banyak pemain yang ingin meninggalkan LIV dibandingkan mereka yang ingin bergabung. Setelah kehilangan pendanaan, saya benar benar tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi jika terus seperti ini, LIV 2.0 akan cukup lemah dan saya meragukannya.”

Nick Faldo juga menilai kemungkinan beberapa pemain LIV kembali ke PGA Tour dapat menjadi perkembangan positif bagi dunia golf. Menurutnya, kembalinya para pemain tersebut berpotensi membantu menyatukan kembali olahraga yang terpecah sejak kemunculan LIV Golf.

Ia tetap meyakini bahwa daya tarik terbesar golf profesional berada pada turnamen tradisional yang dimainkan selama 72 hole, menggunakan lapangan berkualitas dan menghadirkan atmosfer kompetitif.

“Golf adalah golf. Lihat turnamen turnamen terbaik, semuanya mampu bertahan karena itulah golf yang sebenarnya. Para pemain tampaknya ingin kembali dan memainkan kompetisi seperti itu.”

Di sisi lain, PGA Tour belum menjanjikan jalan mudah bagi pemain LIV yang ingin kembali. CEO Brian Rolapp menegaskan bahwa aturan organisasi tetap berlaku dan setiap keputusan pemain harus memiliki konsekuensi.

Sementara itu, Hatton masih menyatakan komitmennya kepada LIV Golf. Ia mengatakan masih memiliki kontrak beberapa tahun dan memperkirakan kompetisi tersebut tetap berlangsung pada 2027.

Masa depan LIV Golf kini bergantung pada komposisi pemain yang akan bertahan di era baru. Jika semakin banyak bintang memilih pergi, keraguan Nick Faldo terhadap keberlangsungan LIV Golf 2.0 bisa semakin beralasan.

Artikel Tag: PGA tour, LIV Golf

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru