Lonzo Ball Ungkap Pengaruh Ayahnya di Awal Karier NBA
Lonzo Ball Ungkap Pengaruh Ayahnya di Awal Karier NBA - sumber: (mainbasket)
Berita Basket NBA
Lonzo Ball, pemain pilihan kedua dalam Draft NBA 2017, mengungkapkan penyesalannya setelah tujuh musim berlalu di liga. Saat ini tanpa kontrak, Lonzo berbagi cerita tentang pengaruh besar sang ayah, LaVar Ball, yang mendominasi awal kariernya. Dalam podcast "Curious Mike" bersama Michael Porter Jr., Lonzo mengejutkan banyak pihak dengan pengakuannya.
"Menurutku dia punya pengaruh besar, bro," ucap Lonzo. "Sungguh, sampai pada titik tertentu, aku benar-benar merasa seperti itu." Pengakuan ini menguak bagaimana LaVar nyaris memaksa Los Angeles Lakers memilih Lonzo. Lonzo, mantan All-American dari UCLA, akhirnya bergabung dengan Lakers setelah ayahnya gencar menyatakan bahwa putranya pasti menjadi bagian dari tim tersebut.
Namun, keputusan Lakers memilih Lonzo, berarti mereka melewatkan talenta Jayson Tatum yang akhirnya direkrut Boston Celtics di posisi ketiga. Keputusan tersebut masih menjadi luka bagi penggemar Lakers, terutama karena Ball harus berbagi lapangan dengan Brandon Ingram, sementara Tatum bersinar di tempat lain.
Dua musim awal bersama Lakers diwarnai dengan kontroversi, termasuk kritik LaVar terhadap pelatih Luke Walton. Lonzo juga dihadapkan pada keterpaksaan mengenakan sepatu dari Big Baller Brand, produk ayahnya, yang ternyata tidak siap untuk laga profesional. "Itu bukan sepatu basket, bro," tegas Lonzo. "Solnya robek dan lepas setiap kuarter."
Dalam situasi genting, manajernya, Darren Moore, selalu siap dengan sepasang sepatu cadangan. "Aku bilang, ‘Aku tidak bisa bermain seperti ini, bro.’ Dan begitu aku mengganti sepatuku, aku mulai bermain bagus lagi," tambah Lonzo. Ketidaknyamanan ini bahkan diyakini Lonzo berkontribusi pada cedera lutut yang menimpanya, membayangi kariernya hingga kini.
Lonzo, saat kondisinya prima, dikenal sebagai point guard yang dinamis dengan kemampuan mengamati pertahanan lawan dan mengatur permainan tim. Namun, kesehatan menjadi kendala utama, membatasi penampilannya hanya dalam 322 pertandingan selama tujuh musim. Cedera yang dialaminya ia kaitkan dengan sepatu ZO2 dari Big Baller Brand, menambah daftar penyesalan di balik bayang-bayang sang ayah.
Menatap ke belakang, Ball menyatakan keinginannya untuk menjalani karier dengan cara berbeda, tanpa campur tangan LaVar. "Saya benar-benar hanya bermain basket dan mengikuti ayah saya, mendengarkan ayah saya… Saya hanya melakukan apa yang diperintahkan," ungkapnya. Kini, penyesalan itu menjadi pelajaran penting dalam perjalanan hidupnya. (tor)
Artikel Tag: los Angeles lakers, lonzo ball, lavar ball