Luciano Darderi Buka Suara Tentang Usaha Berlatih Dengan Dua Bintang Tenis
Luciano Darderi [kanan] dan Jannik Sinner [kiri] di Australian Open 2026 [image: getty images]
Berita Tenis: Luciano Darderi adalah salah satu petenis unggulan di rangkaian turnamen clay-court Amerika Selatan. Ia maju ke final di Buenos Aires dan kalah dari Francisco Cerúndolo.
Meskipun kalah, petenis berkebangsaan Italia meninggalkan turnamen di Buenos Aires sebagai petenis peringkat 21 dunia, posisi terbaik dalam kariernya sampai sejauh ini.
Kelelahan yang terakumulasi dari turnamen di Buenos Aires berdampak pada performanya di Rio de Janeiro, di mana ia kalah dari Juan Manuel Cerundolo. Tetapi, ia kini siap untuk menutup rangkaian turnamen clay-court Amerika Selatan dengan hasil yang baik di Chile Open, Santiago, di mana ia merupakan petenis unggulan kedua dan akan menghadapi Mariano Navone di laga pembukanya.
Sebelum melangkah ke lapangan di Santiago, petenis berkebangsaan Italia berbicara dalam sebuah wawancara dengan media Chili, La Tercera terkait banyak hal. Salah satunya, ia menyebutkan keinginannya untuk berlatih bersama nama-nama besar seperti Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.
“Kapan pun saya bisa, saya mencoba berlatih dengan Carlos dan Jannik. Saya berlatih dengan mereka karena itu sangat penting untuk perkembangan saya. Mereka adalah orang-orang yang sangat rendah hati, orang-orang baik. Carlos adalah anak yang baik, berasal dari keluarga yang baik, dan dengan Jannik, Lorenzo Musetti, dan petenis Italia lainnya, hubungan kami solid. Mereka adalah kelompok orang yang baik, mereka sangat tulus, dan saya akrab dengan mereka di luar tenis,” jelas Darderi.
“Mereka berdua bermain dengan luar biasa, Jannik dua tahun lebih tua dari Carlos. Mereka terus berkembang, menanjak, dan mengalami pasang surut dalam tenis, ada cedera, momen-momen sulit. Mereka berdua tampil dengan baik di permukaan yang berbeda. Jannik bermain sedikit lebih baik daripada Carlos di dalam ruangan, ia memenangkan ATP Finals dua atau tiga musim yang lalu.”
“Carlos lebih sulit diprediksi dalam permainannya, sedikit lebih acak, dengan lebih banyak variasi. Jannik lebih solid, ia bermain dengan lebih taktis, meskipun sekarang ia banyak berubah, menggunakan lebih banyak dropshot, lebih sering mendekati net, dan mencoba menambahkan lebih banyak variasi pada permainannya, dan saya pikir itu juga membantunya berkembang pesat.”
Ia juga mengungkapkan targetnya, tetapi ia tidak ingin terburu-buru.
“Satu musim yang lalu, tujuannya adalah masuk 50 besar, sekarang 20 besar. Kemudian saya akan mencoba menembus 10 besar dan selalu menargetkan hal yang lebih tinggi. Tidak terburu-buru atau ilusi, saya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang di masa depan,” tutur Darderi.
“Saya masih sangat muda, saya baru berusia 24 tahun, jadi saya pikir saya masih memiliki banyak hal untuk ditingkatkan, secara fisik maupun mental, dalam tenis saya, dalam konsistensi saya. Masih banyak yang perlu dikerjakan dan kami melakukan pekerjaan yang baik dengan tim saya, ayah saya, yang telah mendukung saya di saat-saat baik maupun buruk.”
“Selain itu, kami sekarang telah mendatangkan Guillermo Pérez Roldán, orang yang hebat. Tetapi tujuan utama adalah bermain satu musim penuh tanpa cedera.”
Artikel Tag: Jannik Sinner, Carlos Alcaraz, Luciano Darderi