Kanal

Luciano Darderi Kubur Mimpi Rafael Jodar Di Roma

Penulis: Dian Megane
14 Mei 2026, 10:51 WIB

Luciano Darderi [image: getty images]

Berita Tenis: Petenis tuan rumah, Luciano Darderi tidak akan segera melupakan perjalanan yang ia lalui di turnamen Masters 1000, Italian Open, Roma musim 2026.

Usai mengamankan empat peluang match point dalam perjalanan memenangkan babak keempat melawan petenis unggulan kedua, Alexander Zverev, petenis tuan rumah mengatasi penundaan karena asap dan perlawanan sengit yang disuguhkan Rafael Jodar di perempatfinal Italian Open yang berlangsung selama 3 jam 8 menit.

Petenis unggulan ke-18 menyia-nyiakan keunggulan 3-0 di set kedua dan dua peluang match point di akhir set tersebut sebelum ia kembali bangkit dan menyabet kemenangan 7-6, 5-7, 6-0 atas petenis berkebangsaan Spanyol, Jodar.

Petenis berusia 24 tahun pun menjadi petenis tuan rumah kedelapan yang lolos ke semifinal Italian Open di Open Era dan akan menjadi lawan petenis berkebangsaan Norwegia, Casper Ruud demi memperebutkan satu tempat di final.

"Saya pikir ini salah satu kemenangan terbaik dalam karier saya karena penonton dan semuanya di sini, di Roma. Kali pertama di semifinal, sungguh suatu mimpi bisa bermain di sini,” seru Darderi.

“Rafa adalah petenis yang mengagumkan. Ia masih sangat muda, baru 19 tahun. Saya mendapatkan peluang pertama saya di set kedua, lalu ia hanya bermain dengan memukau. Tetapi saya terus berjuang dan saya merasa sangat gembira tentang itu.”

Di set pertama yang berlangsung menghibur, petenis tuan rumah merebut keunggulan 3-1 sebelum Jodar menenangkan diri dan menemukan ritme permainan dari area baseline. Petenis berusia 19 tahun, yang melakoni perempatfinal turnamen Masters 1000 kedua dalam kariernya setelah lolos ke perempatfinal di Madrid beberapa watu lalu, lalu unggul 6-5 sebelum pertandingan dihentikan selama kurang dari 20 menit karena asap yang berasal dari final sepak bola Coppa Italia yang diadakan di Stadio Olimpico, 500 meter dari lokasi tersebut.

Setelah pertandingan dilanjutkan, petenis unggulan ke-18 menampilkan permainan terbaiknya, melakukan pukulan-pukulan keras untuk memaksa Jodar kehilangan keseimbangan, dan mengamankan set pertama.

Namun meskipun cepat tertinggal di set kedua, Jodar menunjukkan semangat kompetitifnya untuk bangkit dari ketertinggalan 0-3 dan menyelamatkan dua peluang match point pada kedudukan 4-5. Petenis berkebangsaan Spanyol kemudian merebut dua game berikutnya sebelum menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut hingga larut malam.

Darderi, yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan fisik menjelang akhir set kedua, berjuang keras, memainkan reli-reli panjang seiring berjalannya malam. Petenis unggulan ke-18 mendapatkan sembilan peluang break point di set penentu dan berhasil mengkonversi tiga di antaranya sebelum akhirnya keluar sebagai pemenang.

Artikel Tag: Italian Open, Luciano Darderi

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru