Mantan Presiden WADA Craig Reedie Meninggal Dunia Pada Usia 84 Tahun
Craig Reedie berperan dalam keberhasilan London memenangkan proses bidding Olimpiade 2012 dan memasukkan cabang bulu tangkis ke program Olimpiade sejak 1992. (Foto: AP)
Craig Reedie, mantan presiden World Anti-Doping Agency (WADA) yang memimpin lembaga tersebut saat skandal doping Rusia mencuat, meninggal dunia pada usia 84 tahun.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh International Olympic Committee pada Senin (6/4), tanpa menyebutkan penyebab kematian.
Reedie dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam dunia olahraga internasional.
Ia memainkan peran penting dalam keberhasilan London memenangkan proses bidding Olimpiade 2012, serta dalam upaya memasukkan cabang olahraga bulu tangkis ke dalam program Olimpiade sejak edisi Barcelona 1992.
Presiden World Athletics, Sebastian Coe, menyebut Reedie sebagai sosok mentor dan penasihat yang berperan besar dalam perjalanan kariernya.
Keduanya bekerja sama dalam proses pencalonan dan penyelenggaraan Olimpiade London.
“Craig adalah mentor dan sahabat yang selalu memberikan nasihat bijak. Ia memiliki pengetahuan luas tentang dunia Olimpiade dan membagikannya dengan penuh dedikasi,” ujar Coe.
Craig Reedie diangkat sebagai presiden WADA pada 2013, di tengah posisinya sebagai wakil presiden IOC.
Kepemimpinannya diuji ketika skandal doping terorganisasi Rusia terungkap menjelang Olimpiade Rio 2016, yang berakar dari temuan pada Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014.
Dalam situasi tersebut, WADA di bawah Reedie mendorong larangan menyeluruh terhadap atlet Rusia.
Namun, langkah itu mendapat penolakan dari IOC yang saat itu dipimpin Thomas Bach.
Keputusan akhir menyerahkan penentuan partisipasi kepada masing-masing federasi olahraga internasional.
Perbedaan pandangan itu sempat menimbulkan ketegangan antara Reedie dan IOC. Meski demikian, keduanya akhirnya mencapai kesepahaman setelah pertemuan langsung.
Sejak saat itu, Rusia tidak lagi tampil di Olimpiade dengan atribut resmi negara seperti bendera dan lagu kebangsaan.
Presiden IOC saat ini, Kirsty Coventry, menyatakan kontribusi Reedie terhadap olahraga bersih dan perkembangan atlet global akan dikenang dalam jangka panjang.
“Ia adalah penjaga integritas yang membimbing komunitas olahraga dunia melalui masa-masa sulit dengan keteguhan dan martabat,” ujar Coventry.
Craig Reedie, yang dianugerahi gelar kebangsawanan pada 2006, menjadi anggota IOC sejak 1994 dan kemudian ditetapkan sebagai anggota kehormatan pada 2021.
Sebagai bentuk penghormatan, IOC mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari di markas mereka di Lausanne, Swiss.