Kanal

Marc Marquez Heran Dituduh Sabotase Gelar Juara Valentino Rossi di 2015

Penulis: Abdi Ardiansyah
16 Jan 2026, 20:45 WIB

Marc Marquez dan Valentino Rossi

Berita MotoGP: Musim MotoGP 2015 menjadi titik balik rivalitas Valentino Rossi dan Marc Marquez. Di balik konflik panas itu, tersimpan ambisi besar Rossi yang membuat segalanya terasa personal.

Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez yang semula terlihat harmonis perlahan memburuk dalam kurun dua tahun. Puncaknya terjadi di MotoGP Australia 2015 di Phillip Island, saat keduanya terlibat dalam pertarungan sengit empat pebalap untuk kemenangan.

Di mata Rossi, ada sesuatu yang terasa tidak wajar. Ia meyakini Marquez sengaja membantu Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia. Secara regulasi memang tidak ada aturan yang dilanggar, namun bagi Rossi, hal tersebut dianggap bertentangan dengan semangat balap.

Masalahnya Rossi tak memiliki bukti konkret. Tidak ada manuver yang benar-benar bisa menunjukkan bahwa Marquez membantu Lorenzo secara sengaja. Ketika Rossi mengutarakan tuduhan itu dalam konferensi pers sepekan kemudian, Marquez disebut sangat terkejut.

“Dia benar-benar kaget. Marc berkata, ‘Orang ini bilang ke semua orang bahwa saya tidak punya posternya di kamar, padahal dia adalah idola saya selama bertahun-tahun. Kenapa dia mengatakan omong kosong soal saya membantu Lorenzo juara?’” ujar Jordi Castella dalam buku biografi Marc The Magnificent karya Mat Oxley.

Menurut Castella, Marquez justru tidak memiliki hubungan yang baik dengan Lorenzo.

“Lorenzo adalah orang terakhir yang ingin saya bantu. Saya tidak ingin membantu siapa pun, apalagi Lorenzo,” demikian penegasan Marquez kala itu.

Pertanyaannya kemudian, mengapa Rossi begitu ngotot mengejar gelar juara MotoGP 2015 hingga emosinya memuncak?

Saat itu Rossi telah berusia 36 tahun. Ia telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia di kelas utama dan total sembilan gelar ajang balap grand prix (Moto3 dan Moto2), sementara Marquez baru mengantongi dua. Di paddock, banyak yang meyakini 2015 adalah kesempatan terakhir Rossi untuk menambah mahkota juara.

Jika Rossi berhasil menjadi juara dunia, jarak gelarnya dengan Marquez akan semakin sulit dikejar. Marquez harus menambah satu gelar ekstra hanya untuk menyamai pencapaian sang legenda. Dengan kata lain gelar 2015 bukan sekadar trofi, melainkan penegasan status.

Namun sejarah berkata lain. Rossi gagal sementara Marquez justru terus menambah koleksi gelarnya. Kini situasinya telah berbalik. Marquez berada di ambang memecahkan rekor yang dulu dijaga Rossi, selama ia mampu menjaga kondisi fisiknya.

Musim 2015 pun dikenang bukan hanya sebagai salah satu musim paling kontroversial, tetapi juga sebagai momen ketika ambisi, usia, dan sejarah bertabrakan di lintasan MotoGP.

Artikel Tag: Marc Marquez, Valentino Rossi

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru