Kanal

Marquez Akui Ada Obrolan Santai dengan Honda Sebelum ke Ducati

Penulis: Gasti Lailasari
29 Jun 2026, 18:36 WIB

Marquez Akui Ada Obrolan Santai dengan Honda Sebelum ke Ducati - sumber: (motorsport)

Berita MotoGP baru-baru ini mengguncang dunia balap motor dengan konfirmasi perpanjangan kontrak dua tahun Marc Marquez bersama Ducati. Namun, kabar mengejutkan lainnya muncul dari pengakuan Marquez bahwa ia sempat mengadakan "pembicaraan informal" dengan perwakilan Honda, yang mempertimbangkan untuk membawanya kembali ke pabrikan Jepang tersebut.

Pertemuan tersebut, sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh El Periodico, berlangsung pada Jumat sore Grand Prix Valencia tahun lalu, yang menjadi putaran final musim 2025. Pertemuan diadakan di salah satu unit hospitalitas Honda Racing Corporation, sementara Marquez absen akibat cedera setelah mengamankan gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya di Jepang sebelum mengalami cedera di putaran berikutnya di Indonesia.

Dalam wawancara dengan DAZN saat Grand Prix Belanda di Assen, pembalap Ducati itu menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak lebih dari sekadar pertukaran ramah, tanpa adanya tawaran resmi atau diskusi kontrak. "Ada pembicaraan informal, tetapi saya selalu jelas bahwa saya ingin mendengar dari Ducati terlebih dahulu," ujar sang juara dunia bertahan. "Jika saya bahagia di sana, saya tidak akan mulai bermain-main dengan berbicara kepada satu pabrikan atau lainnya. Kami duduk bersama Ducati dan langsung mencapai kesepakatan."

Marquez tidak pernah menyembunyikan ikatan emosionalnya dengan Honda, pabrikan yang memberinya debut MotoGP dan bersamanya ia menulis ulang banyak catatan rekor kejuaraan, memenangkan enam dari tujuh gelar kelas utama. Keputusan meninggalkan Honda pada akhir 2023, meskipun masih memiliki satu tahun kontrak dengan gaji sekitar €20 juta, merupakan langkah logis baginya untuk bergabung dengan Gresini Racing di atas Ducati, tanpa bayaran.

"Berpindah kembali ke Honda akan menjadi langkah romantis, dan tentu saja itu sesuatu yang saya inginkan," akui Marquez. "Namun, saya sudah mengambil cukup banyak risiko di lintasan. Terkadang Anda harus membuat keputusan dengan kepala, bukan hati, seperti yang saya lakukan ketika memutuskan meninggalkan Honda. Pada akhirnya, itu menjadi pilihan yang tepat."

Setelah menyadari bahwa memperbarui kontrak dengan salah satu pembalap tersukses dalam sejarahnya bukanlah kemungkinan yang realistis, Honda mengalihkan perhatiannya kepada Fabio Quartararo, meyakinkan pembalap Prancis tersebut untuk memimpin proyek baru mereka yang dibangun di sekitar regulasi 850cc yang akan berlaku pada 2027. Perubahan aturan teknis besar di MotoGP pada 2027 diperkirakan akan mereset tatanan kompetitif, membuka peluang bagi pabrikan untuk menutup jarak dengan para pemimpin saat ini. Namun, Marquez yakin Ducati dan Aprilia tetap akan menjadi patokan.

"Saya pikir Ducati akan tetap menjadi referensi, bersama dengan Aprilia," ujar pembalap asal Cervera tersebut. Ia juga bercanda bahwa dia dan beberapa pembalap terkemuka lainnya tidak dapat memanfaatkan sepenuhnya situasi negosiasi kontrak baru menjelang perubahan regulasi besar tersebut.

"Para pembalap top belum benar-benar dapat memanfaatkan situasi ini," katanya sambil tersenyum. "Dengan serangkaian regulasi yang sepenuhnya baru, pabrikan tidak dapat menjamin mereka akan memiliki motor terbaik. Yang tim tahu adalah apakah mereka memiliki pembalap yang baik."

Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru