☰
Kanal
✕

Matt Painter Perpanjang Kontrak dengan Purdue Boilermakers hingga 2031

Penulis: Hanif Rusli
29 Okt 2026, 08:14 WIB

Matt Painter akan menerima kenaikan gaji menjadi 7 juta dolar AS untuk musim mendatang, dari sebelumnya 5,2 juta dolar AS. (Foto: AP)

Pelatih Purdue Boilermakers, Matt Painter, menyepakati perpanjangan kontrak yang akan membuatnya tetap menangani tim basket putra universitas tersebut hingga musim 2030-2031.

Purdue mengumumkan kesepakatan itu pada Selasa (27/10), menjelang dimulainya musim baru bola basket perguruan tinggi Amerika Serikat.

Menurut sumber yang berbicara kepada Pete Thamel dari ESPN, Matt Painter, 56 tahun, akan menerima kenaikan gaji menjadi 7 juta dolar AS untuk musim mendatang, dari sebelumnya 5,2 juta dolar AS.

Kontrak barunya juga mencakup kenaikan gaji bertahap sebesar 50.000 dolar AS setiap tahun.

Kesepakatan tersebut menempatkan Matt Painter di antara 10 pelatih dengan bayaran tertinggi di Amerika Serikat.

Di konferensi Big Ten, kompensasinya menjadi yang tertinggi ketiga, di bawah pelatih Michigan State Tom Izzo dan pelatih Illinois Brad Underwood.

Painter telah mengumpulkan 501 kemenangan selama 21 musim bersama Purdue.

Ia hanya membutuhkan 12 kemenangan lagi untuk melewati Gene Keady sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah program tersebut.

Matt Painter pernah bermain untuk Keady dan menghabiskan satu musim sebagai anggota stafnya sebelum menggantikan sang pelatih pada musim 2005-2006.

Selama kariernya, Painter lima kali meraih penghargaan Pelatih Terbaik Big Ten.

Ia juga dua kali dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Big Ten versi Associated Press dan menerima penghargaan Pelatih Terbaik Nasional dari National Association of Basketball Coaches pada musim 2018-2019.

Tahun lalu, ia memperoleh John Wooden Legends of Coaching Award.

“Purdue adalah tempat yang sangat istimewa bagi saya, dan merupakan kehormatan untuk terus menjadi pelatih kepala basket di almamater saya,” kata Painter.

Ia mengaku tersanjung atas kepercayaan pihak universitas dan bertekad terus mengembangkan program tersebut, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sejak musim 1980-1981, Purdue hanya memiliki dua pelatih, yakni Keady dan Painter. Di antara pelatih aktif Big Ten, hanya Izzo yang memiliki masa jabatan lebih panjang.

Purdue mencatat 117 kemenangan sejak musim 2022-2023, terbanyak keempat secara nasional.

Boilermakers juga memiliki rentetan 11 penampilan beruntun di turnamen NCAA, yang menjadi catatan aktif terpanjang keempat.

Painter telah membawa Purdue meraih lima gelar musim reguler Big Ten dan tiga gelar turnamen konferensi, termasuk musim lalu.

Pada musim 2023-2024, dengan Zach Edey sebagai pemain terbaik nasional dua kali, Purdue mencapai Final Four pertamanya sejak 1979-1980.

Boilermakers kemudian kalah dari UConn pada partai final nasional, menyamai pencapaian terbaik mereka dalam sejarah turnamen NCAA.

Musim ini, Purdue harus menggantikan tiga pemain yang telah menjadi starter selama empat tahun: Braden Smith, pemegang rekor assist sepanjang karier NCAA; Fletcher Loyer, pemimpin sejarah Purdue dalam jumlah tembakan tiga angka; serta Trey Kaufmann-Renn, forward pilihan tim All-Conference yang akan bermain untuk Kansas setelah memenangkan sengketa hukum demi memperoleh tambahan satu tahun kelayakan bermain.

Purdue akan memulai musim pada Senin malam melawan Gonzaga, tim peringkat ke-15, di Las Vegas.

Direktur atletik Purdue, Tommy McClelland, memuji kepemimpinan Painter yang menjadikan program tersebut salah satu yang terbaik di Amerika Serikat.

Ia juga menyoroti budaya keunggulan yang dibangun Painter, termasuk 106 pertandingan kandang beruntun yang tiketnya terjual habis di Mackey Arena serta dukungan besar penggemar dan donatur saat tim bermain di luar kandang.

Artikel Tag: NCAA, Purdue Boilermakers

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru