Kanal

Matthias Jaissle Murka Usai Newcastle Kalahkan West Brom di Carabao Cup

Penulis: Fery Andriyansyah
27 Agu 2026, 17:30 WIB

Matthias Jaissle mengaku ingin langsung menemui wasit Bobby Madley setelah laga dramatis Newcastle. (Foto: George Wood/Getty Images)

Berita Liga Inggris: Matthias Jaissle mengaku sangat kecewa terhadap keputusan wasit Bobby Madley pada akhir kemenangan Newcastle United atas West Bromwich Albion, Kamis (27/8) dini hari WIB. Newcastle menang 3-2 dalam pertandingan Carabao Cup tersebut setelah laga berlangsung sengit, tetapi perhatian Jaissle justru tertuju pada keputusan Madley yang membiarkan permainan berlanjut setelah Anthony Elanga mendapat pelanggaran keras di sisi lapangan.

Jaissle terlihat mempertanyakan keputusan Madley setelah insiden tersebut. Momen ketika manajer asal Jerman itu berbicara dengan sang wasit kemudian beredar luas di media sosial, bahkan dibuat menjadi GIF. Meski kecewa, Jaissle menjelaskan bahwa dirinya biasanya tidak ingin langsung mendatangi wasit seusai pertandingan karena membutuhkan waktu untuk mencerna situasi.

"Saya tidak ingin langsung berbicara dengan mereka (wasit) setelah pertandingan, tetapi ada satu keputusan menarik tepat sebelum dia meniup peluit. Saya ingin memberitahunya bahwa saya melihat situasinya secara berbeda," kata Matthias Jaissle dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Kemenangan tersebut membawa Newcastle ke putaran ketiga Carabao Cup. Mereka selanjutnya akan menghadapi Millwall, klub Championship, dalam pertandingan yang berpotensi menjadi ujian berbeda bagi skuad Jaissle. The Magpies belum mengunjungi markas Millwall sejak 1993 pada era Kevin Keegan di stadion lama The Den dan belum pernah bermain di stadion New Den.

Pertandingan melawan West Brom juga kembali menghadirkan masalah penalti bagi Newcastle. Lewis Hall menjadi sorotan setelah melakukan keputusan buruk di area Leazes End yang berujung hadiah penalti untuk lawan. Itu menjadi penalti kedua yang merugikan Newcastle dalam beberapa hari dan untuk kedua kalinya pada era Jaissle, timnya harus dihukum melalui tendangan dari titik putih.

"Saya rasa saya akan mengalami lebih sedikit sakit kepala jika kami tidak kebobolan penalti seperti sekarang," ujar Jaissle. Pernyataan tersebut mencerminkan frustrasi sang manajer terhadap masalah yang kembali muncul di pertahanan Newcastle, meski timnya akhirnya mampu mempertahankan keunggulan dan memastikan tiket ke putaran berikutnya.

Performa Nick Woltemade juga menjadi salah satu pembahasan setelah penyerang tersebut tidak mampu mencetak gol dan minim mendapatkan suplai sepanjang pertandingan. Ketika ditanya apakah Woltemade mengalami masalah psikologis atau kehilangan kepercayaan diri di depan gawang, Jaissle menegaskan bahwa klub tetap memberikan dukungan penuh kepada pemain tersebut.

"Saya bukan psikolog, jadi saya tidak tahu. Bagi kami, sudah jelas bahwa kami akan selalu mendukungnya. Sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa dia sangat berkomitmen, dan jika Anda melihatnya saat latihan, Anda akan melihatnya lebih jauh lagi. Dia pekerja keras, jadi kami sangat senang. Ini hanya masalah waktu sebelum dia mencetak gol," kata Jaissle.

Matthias Jaissle juga menegaskan keinginannya untuk mempertahankan Woltemade pada sisa bursa transfer musim panas. Penyerang tersebut sebelumnya dikaitkan dengan Borussia Dortmund, tetapi Jaissle tidak menunjukkan keinginan untuk kehilangan pemainnya. Sikap serupa juga berlaku terhadap Joe Willock yang belakangan dikaitkan dengan Besiktas.

"Saya memperkirakan semua pemain akan tetap bersama kami seperti yang kita bicarakan hari ini, tetapi sepak bola itu kompleks. Banyak hal bisa berubah dari satu hari ke hari berikutnya," tutur Jaissle. Dengan bursa transfer yang masih berjalan, Newcastle tetap harus menghadapi kemungkinan perubahan skuad, meski sang manajer berharap seluruh pemain bertahan.

Artikel Tag: Newcastle United, West Bromwich Albion, Carabao Cup, Matthias Jaissle

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru