Maxi Hughes Gantikan Mark Chamberlain Lawan Pierce O’Leary di Dublin
Meski waktu persiapan tambahan akan lebih ideal, Maxi Hughes merasa dirinya sudah cukup siap menghadapi pertarungan penting tersebut. (Foto: Fight TV)
Petinju Inggris Maxi Hughes bertekad memanfaatkan kesempatan mendadak saat menghadapi petinju Irlandia Pierce O’Leary dalam pertarungan kelas junior welterweight di 3Arena akhir pekan ini.
Pertarungan 12 ronde tersebut akan menjadi laga pendukung utama dalam ajang yang menampilkan duel perebutan gelar WBA kelas junior ringan antara Jazza Dickens dan Anthony Cacace sebagai partai utama.
Maxi Hughes mendapat kesempatan tersebut setelah menggantikan Mark Chamberlain yang terpaksa mundur dari pertarungan.
Ketika tawaran datang, petinju asal Yorkshire itu tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan jawaban.
Meski mengakui bahwa waktu persiapan tambahan akan lebih ideal, Hughes merasa dirinya sudah cukup siap menghadapi pertarungan penting tersebut.
Bulan lalu ia sempat menjalani sesi sparring selama sepekan di Belfast bersama Colm Murphy, yang juga akan tampil dalam kartu pertandingan yang sama melawan Jono Carroll.
Petinju berusia 36 tahun dengan rekor 29 kemenangan, delapan kekalahan, dan dua hasil imbang itu mengatakan bahwa persiapannya tidak terlalu berbeda, meski ia harus melakukan sedikit penyesuaian untuk menjaga berat badan menjelang pertarungan.
Maxi Hughes dikenal sebagai petinju kidal dengan gaya bertarung cerdas yang mampu menyerang dengan kombinasi pukulan akurat maupun bertarung efektif dari berbagai jarak.
Pengalaman panjangnya juga menjadi modal penting menghadapi O’Leary yang masih tak terkalahkan.
Di sisi lain, O’Leary (18-0, 10 KO) sebelumnya mempersiapkan diri menghadapi Chamberlain yang memiliki postur tinggi dan pukulan keras.
Namun perubahan lawan membuatnya kini harus menghadapi gaya bertarung Hughes yang lebih taktis.
O’Leary sendiri merupakan petinju yang dibesarkan di sekitar Dublin, sehingga pertarungan di 3Arena menjadi semacam laga kandang baginya.
Meski demikian, Hughes menyatakan bahwa pertarungan ini tetap akan berlangsung apa pun situasinya.
Ia bahkan berpendapat bahwa O’Leary tidak memiliki banyak pilihan selain menerima tantangan tersebut.
Hughes juga datang dengan motivasi tambahan setelah kekalahan angka mayoritas dari petinju Rusia Bakhodor Usmanov dalam eliminator gelar WBA di Dubai pada Desember lalu.
Dalam pertarungan itu, Hughes mengaku tidak sepenuhnya fokus setelah pelatih lamanya, Sean O’Hagan, mengalami serangan jantung beberapa jam sebelum laga dimulai.
Kini, Maxi Hughes melihat duel melawan O’Leary sebagai peluang besar untuk kembali bersaing di panggung utama dunia tinju.
Artikel Tag: Maxi Hughes