Membedah Kekuatan dan Kelemahan Sankhoun Diawara di Milan
Sankhoun Diawara
Berita Liga Italia: Media Italia berikan analisis tentang kekuatan, kelemahan, dan potensi bek muda AC Milan, Sankhoun Diawara, di bawah asuhan pelatih Ruben Amorim.
Sankhoun Diawara resmi menjadi pemain ketiga yang direkrut AC Milan pada bursa transfer musim panas ini usai bergabung dari Troyes. Kehadirannya memang tak semeriah kedatangan Goncalo Ramos maupun Mario Gila sebelumnya.
Hal ini tak lepas dari nilai transfernya yang jauh lebih kecil dibanding dua rekrutan tersebut, serta usianya yang masih 20 tahun dan berada di tahap awal karirnya sebagai pemain profesional.
Dengan tinggi 190 sentimeter, Diawara memiliki postur atletis dengan langkah panjang yang efisien serta kecepatan akselerasi baik dalam jarak pendek, membuatnya cukup andal saat melakukan recovery run atau bertransisi bertahan.
Bek yang dominan menggunakan kaki kiri ini juga dikenal proaktif membaca permainan, kerap mengantisipasi arah umpan lawan untuk melakukan intersep sebelum serangan berkembang lebih jauh, sembari tetap menjaga distribusi bola yang rapi ke lini depan timnya.
Di sisi lain, Diawara masih perlu meningkatkan kesabaran dalam penguasaan bola serta mengurangi kecenderungan terlalu agresif maju meninggalkan lini pertahanan, kelemahan yang mirip dengan gaya bermain Strahinja Pavlovic, sehingga ruang kosong di belakangnya kerap dimanfaatkan lawan.
Gaya bertahan dengan garis pertahanan tinggi yang diterapkan Troyes dinilai cukup mirip dengan sistem yang ingin diterapkan Ruben Amorim di Milan, sehingga diyakini bisa mempercepat proses adaptasi Diawara musim ini.
Artikel Tag: AC Milan, Liga Italia