Mengaku Kapok, Jamie Vardy: Hidup di Italia Berat Secara Emosional
Jamie Vardy
Berita Liga Italia: Jamie Vardy ungkap sisi gelap pengalaman di Italia bersama Cremonese, akui pindah ke luar negeri bersama keluarga sangat berat secara emosional.
Jamie Vardy bergabung dengan Cremonese secara bebas transfer musim lalu setelah mengakhiri 13 tahun karirnya bersama Leicester. Ia mencatatkan 7 gol dan 3 assist dari 29 penampilan di Serie A, namun gagal menyelamatkan klubnya dari degradasi.
Dalam podcast bertajuk "Jamie Vardy's Having a Party", berbicara soal beratnya memindahkan keluarga ke Italia. Vardy memiliki 4 anak kandung dan 2 anak tiri, dan mengaku merasa bersalah harus memindahkan mereka dari sekolah dan lingkungan yang sudah mereka kenal.
"Sangat menyenangkan. Kami sudah memindahkan anak-anak lebih dulu, itu memang berat, sungguh berat," ujar Vardy.
“Dibandingkan dengan di sini (Inggris), permainannya jauh lebih lambat dan lebih defensif,” kata Vardy saat menganalisis gaya permainan di Serie A.
Ketika ditanya apakah senang bisa kembali ke tanah kelahiran, Vardy menjawab: “Sangat menyenangkan. Kami sudah memindahkan anak-anak kembali, itu memang sulit, sungguh.”
Ia bahkan mengungkap bahwa keluarganya sudah dipulangkan ke Inggris sebelum musim di Italia benar-benar usai, sementara ia sendiri tetap bertahan menyelesaikan sisa kontraknya bersama Cremonese.
Vardy menegaskan tidak berniat kembali ke Italia setelah pengalaman yang sangat melelahkan, baik secara fisik maupun emosional. Musim depan, Cremonese juga akan turun kasta ke Serie B, sehingga kelanjutan kerja sama pun tidak lagi relevan.
Artikel Tag: Serie A, Jamie Vardy, Cremonese